Penghadang Moge dan Polisi Sepakati Empat Hal

Markus Yuwono, Sindoradio · Selasa 18 Agustus 2015 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 18 510 1198209 penghadang-moge-dan-polisi-sepakati-empat-hal-HOWD04Sxf0.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

YOGYAKARTA – Pertemuan antara Elanto Wijoyo warga Yogyakarta yang menyetop motor gede (Moge) dengan Ditlantas Polda DIY menghasilkan empat kesepakatan.

Kesepakatan pertama, kata Elanto, kepolisian akan melakukan evaluasi terbuka terkait proses penyelenggaraan even-even konvoi di Yogyakarta, termasuk yang diselenggarakan oleh klub Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), beberapa waktu lalu.

"Ada empat hal yang dibahas dan disepakati. Ke depan, jajaran kepolisian bisa mengumpulkan masukan. Itu evaluasi bisa terbuka ke publik. Nanti, akan ada forum yang melibatkan publik jika ada acara yang mengganggu warga," katanya Selasa, (18/8/2015).

Kedua, mendorong kepolisan menyampaikan aturan kepada masyarakat secara utuh. Hal ini sangat diperlukan agar nantinya penerjemahan publik terhadap aturan terkait lalu lintas dan penggunaan jalan raya menjadi jelas.

"Kesepakatan ketiga, sebagai warga, kami mendorong kepolisian memperketat proses izin pengawalan dengan pemakaian voorijder di Yogyakarta. Tetapi ke depan, izin pengawalan di luar fungsi utama," kata dia.

Kesepakatan terakhir, kepolisian harus memperketat izin pengawalan konvoi. Sehingga meniadakan kepentingan yang tidak darurat dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat.

"Apapun tidak hanya moge, tapi juga konvo. Misalnya parpol, atau suporter di Yogyakarta yang ketika berada di ruang publik dapat ditindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Jangan sampai ada masyarakat bertindak sendiri," jelas dia.

Elanto mengatakan, sebenarnya banyak yang harus dipantau terkait kepentingan publik di Yogyakarta. Karena, masih banyak masalah terkait tindak pelanggaran lalu lintas yang mengganggu kenyamanan warga Yogyakarta.

"Polisi sepertinya terbuka dan menerima laporan pelanggaran, dan akan menindaklanjuti pelanggaran baik dari warga atau aparat," pungkasnya. (fal)

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini