Polisi: Petugas Punya Hak Diskresi!

Fransiskus Dasa Saputra, Okezone · Selasa 18 Agustus 2015 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 18 510 1198066 polisi-petugas-punya-hak-diskresi-xBssr4dvdF.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA – Keputusan petugas lalu lintas yang membiarkan konvoi motor gede (moge) di Yogyakarta melanggar lampu lalu lintas dibenarkan sebagai tindakan diskresi.

 Hal tersebut diungkapkan oleh Kabag Ops Dirlantas Polri Kombes Istiono dalam acara talkshow ‘Rendahnya Etika Lalu Lintas’ di studio iNews TV, Selasa (18/8/2015).

Menurut Istiono, konvoi moge yang dilakukan oleh rombongan moge di Yogyakarta sudah sesuai dengan aturan, termasuk keputusan petugas lau lintas di persimpangan Condong Catur yang memperbolehkan rombongan moge untuk menerobos lampu lalu lintas.

 “Konvoi moge itu sudah sesuai aturan dan sudah mengantongi izin, kami juga sudah mempersiapkan jalur konvoi. Makanya, kami tidak memberikan jalur yang masuk ke tengah kota. Tidak mudah mengatur ribuan motor, petugas di lapangan melakukan apa yang namanya diskresi,” katanya.

Perlu diketahui bahwa Polisi mempunyai hak khusus, disebut diskresi sebagaimana terdapat dalam Pasal 18 ayat (1) UU 2/2002 tentang Kepolisian Negara RI yang berbunyi: “Untuk kepentingan umum pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri”.

Diskresi sendiri, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya, kebebasan mengambil keputusan sendiri dalam setiap situasi yang dihadapi.

Ketua HDCI Pusat, Komjen (purn) Nanan Soekarna mengiyakan apa yang disampaikan oleh Istiyono. Menurut pria yang terakhir menjabat sebagai Wakapolri ini, petugas pastinya telah mempertimbangkan secara matang sebelum melakukan keputusan memperbolehkan rombongan konvoi moge ini menerobos lampu merah, apalagi mengingat jumlah peserta konvoi saat itu yang mencapai 4.000 motor.

“Sudah disepakati ke semua peserta untuk menjadi pelopor lalu lintas (lalin), sebelum konvoi berlangsung. Makanya, kami mengikuti aturan dari petugas. Saat itu, Polisi tidak salah karena melakukan diskresi. Lampu lalin tidak digunakan, karena aturan petugas yang digunakan,” ujarnya.

Namun, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) yang juga Ketua Badan Pengawas Road Safety Association, Edo Rusyanto mengatakan, diskresi memang hak seorang petugas di lapangan namun dilakukan demi kepentingan umum.

 “Jangan menimbulkan sampai masyarakat tertular dengan mendiskreksikan dirinya sendiri. Ada aturan dan etika yang tetap harus dipatuhi,” katanya.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini