JAKARTA – Bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dikhawatirkan bakal mengurangi pengaruh Koalisi Merah Putih (KMP) di parlemen. Namun, tidak bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo.
Menurut Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria, sebagai salah satu pendiri KMP, Prabowo sudah legowo atas keputusan PAN keluar KMP dan bergabung ke KIH. Sikap yang ditunjukan Prabowo karena bukan hanya sekali mantan Danjen Kopassus itu ditinggalkan orang yang didukungnya.
Riza mencontohkan, saat Gerindra ditinggalkan Joko Widodo (Jokowi) yang awalnya mereka usung sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, kemudian maju sebagai calon presiden di Pemilu 2014. Kemudian, dirinya juga ditinggalkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang memilih keluar dari Gerindra setelah menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.
"Pak Prabowo ditinggalkan oleh Jokowi dan Ahok tapi Pak Prabowo biasa saja. Hari ini ditinggal Zulkifli Hasan, dulu ditinggal Jokowi-Ahok. Memang Pak Prabowo ini luar biasa sekali. Dia tidak apa-apa," katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (3/9/2015).
Menurut Riza, sebetulnya Gerindra menginginkan Jokowi menjadi Gubernur DKI. Namun, karena Jokowi merupakan kader PDI Perjuangan harus berbicara dulu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Semua orang tahu Gerindra yang minat Jokowi jadi Gubernur Jakarta," ujarnya.
Setelah memutuskan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, Gerindra pun bersedia membiayai kampanye Jokowi-Ahok. Namun, kemesraan itu berubah saat Jokowi memutuskan maju sebagai calon presiden di Pemilu 2014. Padahal, dua partai pengusung sudah sepakat untuk mengusung Prabowo sebagai orang nomor satu di Indonesia,” tuturnya.
Tak lama, Prabowo kembali ditinggalkan oleh Ahok yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
(Syukri Rahmatullah)