Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tukang Kunci Bingung Digugat Rp1,2 Miliar

Markus Yuwono , Jurnalis-Rabu, 09 September 2015 |19:29 WIB
Tukang Kunci Bingung Digugat Rp1,2 Miliar
(Foto: Markus Yuwono)
A
A
A

YOGYAKARTA - Sebagai pemilik usaha duplikat kunci sama sekali tidak terlintas dibenak Budiono (58), warga Prawirodirjan, Kota Yogyakarta, untuk memegang uang sebesar Rp1 miliar. Namun dirinya malah digugat oleh Eka Aryawan sebesar Rp1,2 miliar bersama empat pedagang lainnya.

"Saya digugat sebesar Rp1,2 miliar," kata Budiono kepada wartawan saat ditemui di kiosnya, Rabu (9/9/2015).

Budiono mengaku menerima gugatan pada 20 Agustus lalu dari petugas Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta. Dia dituduh menempati sepetak tanah untuk usahanya tanpa izin. Dalam surat gugatan yang diterimanya, Budiono dan empat orang lainnya dituntut Rp30juta/tahun karena kerugian materil sejak tahun 2011, Rp1 miliar untuk kerugian imateril karena beban pikiran, mental dan psikis yang dialami Eka Aryawan dan uang paksa (Dwangsom) sebesar Rp1 juta/hari.

Budiono mengatakan, dirinya menempati kios ini sejak 1960-an, yang wariskan oleh pamannya. Dia bersama empat pedagang lainnya Sutinah, Agung, Sugiyani dan Suwarni menempati lokasi seukuran 4 x 5 Meter. "Tanah ini saya tempati turun temurun dari Pakde saya," ucapnya.

Ikhwal kejadian ini bermula dari tahun 2011 saat dirinya dipanggil oleh kelurahan terkait posisinya yang menempati tanah milik seorang pengusaha Eka Aryawan yang mengaku mendapat kuasa atas tanah milik Kraton Yogyakarta. "Tahun 2011 dipanggil ke kelurahan, katanya tanah yang saya tempati hari ini merupakan kekancingan milik pak Eka," ujarnya.

Budiono dan teman-temannya mengaku tidak akan pindah. Sebab, dirinya memiliki surat izin menempati lahan sejak zaman Belanda 1933. Bahkan setiap bulan dirinya membayar PBB ke kelurahan sebesar Rp6.000 setiap tahun. Ia mengaku tidak tahu harus bagaimana jika nantinya hal itu dikabulkan oleh pemerintah, dirinya mau membayar. "Penghasilan saya Rp100 ribu, kalau membayar Rp1 miliar mau pakai apa," sesalnya.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement