PALEMBANG - Keluarga menilai kondisi Masyta Dewi (50) semakin memburuk usai menjalani sembilan kali kemoterapi di Rumah Sakit Moehammad Hoesin (RSMH), Palembang, Sumatera Selatan. Kini, dosen Universitas Sriwijaya itu koma.
Syaiful Haq kakak kandung korban mengatakan, Masyta masih cukup sehat saat berobat pada 1 Agustus lalu. Buktinya, Masyta datang sendiri ke rumah sakit. Pihak rumah sakit mendiagnosa dia mengalami gangguan paru-paru.
"Kondisinya mulai memburuk setelah kemoterapi pada 10 Agustus lalu. Tidak tahu juga kenapa harus dikemoterapi, dokter lebih faham," ungkap Syaiful kepada wartawan, Senin (14/9/2015).
Setelah kemoterapi, kondisi Masyta malah memburuk. Dia tidak bisa bicara dan hanya berbaring. Ironisnya, setelah kondisinya memburuk, pihak rumah sakit malah memaksa pasien pengguna layana BPJS itu untuk pulang.
"Alasannya kondisinya sudah stabil, tapi kenyataannya lihat sendiri, hanya bisa berbaring dan tidak kuat berbicara," keluhnya.
Menurutnya, pihak rumah sakit harusnya bertanggungjawab hingga pasien sembuh. Keluarga tidak bersedia menuruti anjuran rumah sakit, dan hingga saat ini Masyta masih dirawat di Bangsal Lematang Indah I Nomor 2.
"Saya berharap pengobatan terus berjalan, kalau dibawa pulang takutnya malah tambah parah," jelasnya.
Dia menambahkan, pihak rumah sakit pernah menawarkan perawat dari Masyta saat menjalani perawatan di rumah. "Kami sih mau saja, masalahnya kami harus bayar mahal untuk mendatangkan perawat itu ke rumah," pungkasnya.
Sementara itu, Okezone belum mendapat keterangan resmi dari pihak RSMH Palembang.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.