“Seoarang anak berubah perilakunya untuk mendapatkan rokok. Bisa dengan marah-marah, bisa juga mencuri. Perilaku dia sampai kejang-kejang atau pingsan itu bisa jadi sebagai upaya untuk mendapatkan rokok,” jelasnya.
Kendati demikian, perlu dilakukan pemeriksaan medis secara intensif untuk memastikan kejang-kejang itu. Sebab, zat berbahaya rokok bisa dengan mudah merusak jaringan tubuh mungilnya, mulai jantung, paru-paru, otak, maupun organ-organ vital lainnya. Dalam jangka panjang, kerusakan organ vital itu bisa berujung pada kematian.
“Kita harus melakukan pemerikasaan untuk mengetahui tingkat kerusakan baik itu di jantung, paru-paru, atau organ-organ lain yang menyebabkan sakit pada anak ini. Penyakit-penyakit yang timbul akibat komplikasi dari merokok ini yang akan mengakibatkan kematian pada anak ini,” tegasnya.
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.