JAKARTA - Salah satu pengacara yang mengawali karier di Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Nursyahbani Katjasungkana mengungkapkan sosok pengacara senior Adnan Buyung Nasution sebagai seorang abang dan guru bagi dirinya serta semua pihak di dunia hukum. Buyung wafat dalam usia ke 81 tahun.
"Dia abang dan guru bagi banyak orang di dunia hukum. Legacy-nya berupa pendirian LBH untuk orang miskin, menginspirasi banyak orang untuk mengambil jalan membela si miskin dan akan tetap dikenang sepanjang zaman," kata Nursyahbani kepada Okezone, di Jakarta, Rabu (23/9/2015).
Dia mengungkapkan pesan Buyung yang masih terngiang oleh dirinya hingga saat ini dan masih dipegang teguh. Pria berambut perak itu berpesan agar LBH yang saat ini dikenal Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) tetap jadi benteng keadilan bagi si miskin.
"LBH harus tetap jadi benteng keadilan bagi si miskin. Bukan hanya membela di pengadilan tapi juga di arena politik hukum, agar kebijakan-kebijakan pemerintah responsif terhadap kepentingan si miskin," ujar Nursyahbani.
Menurut Nursyahbani, dirinya serta kawan-kawan LBH lainnya sempat membesuk Adnan Buyung saat dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan.
Namun, dia tak diperkenankan masuk oleh keluarga lantaran Adnan Buyung terlalu bersemangat jika bertemu dengan para juniornya.
"Karena saya datang bersama teman-teman dari LBH, termasuk LBH Bali dan Makassar, keluarganya takut kalau jumpa anak-anak LBH (Adnan Buyung Nasution-red) terlalu bersemangat, makanya dilarang ketemu," tandasnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.