TAPANULI SELATAN - Hari Raya Idul Adha sudah di depan mata. Biasanya, warga memasak menu spesial untuk disantap bersama keluarga di hari nan spesial itu. Begitu juga yang dilakukan warga Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, warga beramai-ramai mangalomang alias membuat lemang. Suasana mangalomang tersebut dapat dilihat di Desa Goti, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan.
Proses mangalomang itu tergolong unik. Warga bahu membahu memasak lemang yang dipanaskan di atas api yang besar. Saat proses pembuatan, warga membagi tugasnya. Sebagian ada yang bertugas mengambil kayu bakar, sedangkan yang lain menjaga lemang yang sedang dimasak.
Lemang makanan khas Padangsidimpuan itu dibuat dari bahan dasar beras ketan dan dimasak dalam wadah bambu. Selain karena kelezatannya, lemang menjadi spesial karena kentalnya rasa kebersamaan pada proses pembuatan.
Bagi masyarakat Padangsidimpuan, menjaga tradisi adalah kewajiban. Menurut warga, nilai lebaran akan berkurang tanpa ada acara mangalomang. Selain sudah menjadi tradisi, lemang juga merupakan masakan khas dari daerah itu.
”Tradisi ini sudah berlangsung secara turun temurun di desa ini. Jadi setiap menyambut lebaran Idul Adha ataupun Iduf Fitri, kami selalu membuat lemang,” ujar Damrah Dongoran (58), salah seorang warga.
Menurutnya, warga dapat bersama-sama membuat lemang. Apabila ada warga yang tidak sanggup membuat lemang sendiri, bisa juga menumpang masak dengan warga lainnya yang ada di daerah itu. ”Syaratnya, setelah lemang itu masak dibagi bersama-sama kepada warga,” ujarnya.
Tradisi mangalomang juga dilakukan saat menyambut hari kemerdekaan. Artinya, mangalomang merupakan ungkapan kegembiraan masyarakat pada hari-hari tertentu, sehingga lemang yang dibuat dimakan secara bersama-sama. ”Bukan hanya memasaknya saja yang bergotong royong, tapi makannya juga bersama-sama,” ujarnya.
Warga lainnya, Nurhayun Harahap (54), kebagian tugas menjaga lemang yang dipanaskan di api. Pasalnya, dia sudah tidak sanggup mencari dan mengangkat kayu bakar.
Biasanya, para orangtua memang lebih dipercaya menentukan rasa setiap lemang yang dibakar. ”Namanya saya sudah tua, makanya disuruh jaga lemang saja,” ujarnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.