JAKARTA – Aktivis petani Salim Kancil (46), dibunuh oleh orang tak dikenal akibat menyuarakan penolakan operasi pertambangan pasir di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Menyikapi hal itu, Manejer Kebijakan dan Pembelaan Hukum Wahana Lingkungan Hidup Walhi, Muhnur Satyahaprabu meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membentuk satu tim untuk menyelidiki kasus tersebut.
"Ini pembunuhan dan kasus pertambangan ilegal ini, kami minta kepada Komnas HAM membuat satu tim untuk terjun ke lapangan (Lumajang) untuk menyelidiki beberapa pelanggaran yang terjadi," ujarnya, Senin (28/9/2015).
Komnas HAM juga diminta menginvestigasi izin tambang tersebut. Sebab, berdasarkan aduan yang diperoleh, perusahaan tambang tersebut tidak mengantogi izin.