Kawasan Suryakencana Gunung Gede Terbakar

Senin 28 September 2015 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 28 525 1222332 kawasan-suryakencana-gunung-gede-terbakar-YS3hnvKFfv.jpg Alun-alun Suryakencana sebelum terbakar (Foto: Bandung.panduanwisata.id)

CIANJUR – Kawasan Gunung Gede di Desa Rarahan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur terbakar. Titik kebakaran terjadi di Alun-alun Suryakencana, tempat yang kerap dijadikan lokasi beristirahat para pendaki.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Herry Subagiadi mengatakan, titik api bermula di alun-alun tengah Suryakencana yang bertempat di blok Cangkil. Api kemudian merambat hingga mengarah ke Gumuruh di blok Cantigi yang berjarak sekitar satu kilometer.

"Kami mendapat laporan, kebakaran itu terjadi pada hari Minggu, 27 September kemarin, sekira pukul 10:00. Mendapat laporan kami langsung terjunkan tim ke lokasi. Sekitar jam 5 sore, api sudah padam," kata dia, Senin (28/9/2015).

Untuk memadamkan kebakaran tersebut, sebanyak 37 personel diterjunkan. Mereka terdiri dari petugas TNGGP, masyarakat dan para relawan.

Alun-alun Suryakencana merupakan salah satu puncak di Gunung Gede. Alun-alun tersebut berada berdekatan dengan kawah gunung. Untuk mencapai titik tersebut, biasa para pendaki memerlukan waktu delapan jam dari pintu utama taman nasional.

Luas area yang terbakar, menurut Herry, sekira lima hingga tujuh hektar. Beruntung api hanya membakar tanaman kering dan tidak merembet ke tanaman lainnya, semisal Edelweis. "Edeilwes dipastikan aman. Jadi api kalau di atas itu kalau ketiup angin, terbang-terbang. Tidak langsung merembet ke tanaman di sampingnya," kata Herry.

Diungkapkan Herry, penyebab kebakaran diduga akibat aktivitas manusia. Meski pendakian ke Gunung Gede dan Pangrango ditutup, namun kerap ada oknum yang memasuki taman nasional tanpa izin. Namun, untuk memastikan penyebab kebakaran, Herry mengaku telah mengirimkan tim kedua.

"Tadi pagi (kemarin), kami kirimkan tim kedua. Mereka bertugas untuk memonitor api apakah sudah benar-benar padam atau belum. Tapi dari hasil laporan sudah padam semua. Tim berjumlah 40 orang, kini sedang menyelidiki penyebab kebakaran," kata dia.

Gunung Gede dan Pangrango sebenarnya telah ditutup untuk pendakian sejak Agustus lalu. Penutupan dilakukan akibat kondisi cuaca yang makin tidak menentu dan kemarau berkepanjangan. Kemarau mengakibarkan keringnya serasah termasuk vegetasi hutan.

Berdasarkan surat edaran nomor SE./354/IV-11/BT-4/2015 yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui balai besar, penutupan Gunung Gede dan Pangrango pun dimaksudkan untuk mengantisipasi kebakaran hutan.

Menurut Herry, sebelumnya hanya Gunung Gede dan Pangrango di gunung di Jawa Barat yang tidak terbakar. Namun dengan kebakaran ini, tahun ini seluruh gunung di Jawa Barat terbakar. Di antaranya gunung Guntur, Ciremai, Papandayan hingga Halimun Salak.

"Jumat kemarin hanya Gunung Gede dan Pangrango yang tidak terbakar. Tapi sekarang justru terbakar," kata dia.

(rtw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini