Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

30 September: Pertanyaan Menyayat Jenderal Soeprapto pada Putrinya

Randy Wirayudha , Jurnalis-Rabu, 30 September 2015 |05:05 WIB
30 September: Pertanyaan Menyayat Jenderal Soeprapto pada Putrinya
Letjen TNI (Anumerta) Raden Soeprapto (Foto: Wikipedia)
A
A
A

“Kamu sedih tidak, kalau bapak meninggal dunia?,” tanya Jenderal Soeprapto yang langsung dijawab Ratna, “Bapak ngomong apa, sih?,”.

Hal ganjil lainnya yang terjadi pada 30 September malam, adalah ketika salah satu wakil Menpangad Letjen TNI Ahmad Yani itu pulang dari kantornya dengan membawa sejumlah buku baru. Padahal sehari sebelumnya, sang jenderal sudah melakukan hal yang sama.

Jenderal Soeprapto pada malam itu juga sedikitnya begadang menunggu salah satu putrinya, Sri Lestari yang tak kunjung pulang hingga jam 24.00. Sri kala itu terlambat pulang dari kawasan Harmoni, untuk penerimaan piala lomba lari.

Pada saat itulah keluarga sang jenderal melihat ayah mereka untuk kali terakhir dalam keadaan sehat. Pasalnya pada 1 Oktober sekira pukul 04.00 pagi, Jenderal Soeprapto turut diculik gerombolan berseragam tentara dengan baret Tjakrabirawa.

Pintu rumah mereka di kawasan Menteng mendapati gedoran keras. Jenderal Soeprapto melarang istri dan anak-anaknya untuk mendekati pintu. “Ada apa pagi-pagi buta begini membangunkan saya?,” ketus Jenderal Soeprapto.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement