Ia mengatakan, aksi mogok belajar juga untuk mengingatkan pihak sekolah agar berlaku adil dalam memberikan beasiswa pendidikan. Sebab, siswa menuding kepala sekolah (Kepsek) dan oknum guru tersebut pilih kasih.
Ketika wartawan ingin melakukan peliputan unjuk rasa siswa, pihak sekolah seakan menutupinya. Beberapa siswa mengatakan, persoalan itu hendak diselesaikan secara internal alias bukan konsumsi publik.
Berdasarkan pantauan, setelah mogok belajar kemudian puluhan siswa beranjak dari lapangan sekolah menuju ruangan mediasi yang digelar secara tertutup.
Kepada wartawan di ruangannya, Kepsek SMK BK, Sri Eka Lelana, menolak dianggap arogan dan terlalu keras memberi hukuman, seperti tudingan siswa terhadap dirinya. Menurutnya, jenis hukuman untuk membentuk kedisiplinan itu masih wajar.
Meskipun demikian, ia mengakui adanya siswa yang langganan dihukum karena sering terlambat mengikuti jam pelajaran. “Tidak sepenuhnya kekerasan. Tujuan kami selaku pendidik untuk menumbuhkan kedisiplinan. Termasuk memberi pembinaan siswa yang melanggar aturan,” pungkasnya.
(Fachri Fachrudin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.