"Walaupun residivis, tapi kita lihat sosok Agus merupakan orang yang baik-baik," kata Ketua RT 05, RW 07, Misan, Kelurahan Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (10/10/2015).
Menurut Misan, tidak semua warga mengetahui kalau Agus merupakan residivis. Dirinya pun masih tak percaya Agus ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan dan pencabulan terhadap PNF.
"Enggak semua tahu kalau Agus ini residivis. Karena disini Agus itu merupakan sosok yang baik," ujarnya.
Sementara, Direktur Krimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti mengatakan, pihaknya sempat mengalami kesulitan mengusut kasus tewasnya PNF, karena Agus dimata warga setempat dikenal baik sehingga tak satupun dari mereka yang menyadari bahwa Agus telah membentuk geng Boel Tacos yang beranggotakan 13 anak.
"Ada buku yang didapatkan dari salah satu anak-anak yang menggambarkan tentang kelompok Boel Tacos. Kelompok ini diajarkan nge-ganja dan nyabu oleh Agus," ujar Krishna.
Diketahui, buku tersebut menggambarkan bagaimana bebasnya lingkungan disans yang memperbolehkan Agus memanfaatkan ke tiga belas anak itu untuk bergaul dengannya bahkan sampai menginap di gubuk miliknya.
"Semua umurnya di bawah 14 tahun. Ini menunjukkan bahwa pelakunya sangat luar biasa dan begitu tidak selektifnya orangtua membiarkan anaknya bergaul dengan seseorang," pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.