KATHMANDU – Setelah sekira enam bulan berlalu sejak gempa dahsyat mengguncang Nepal, petugas dari tim SAR Nepal pada Senin 12 Oktober kembali menemukan dan menarik keluar 21 jenazah korban gempa Nepal dari longsoran dan reruntuhan.
Sebagaimana diwartakan Reuters, Selasa (13/10/2015), penemuan 21 jenazah oleh tim SAR Nepal berlokasi di Desa Langtang, Kota Kathmandu, ketika mereka hendak membersihkan reruntuhan dan longsoran salju yang baru-baru ini terjadi.
Menurut keterangan seorang pejabat pemerintahan setempat bernama Udbhav Bhattarai, proses evakuasi 21 jenazah korban gempa Nepal itu pada akhirnya memakan waktu sekira hampir dua minggu.
Kepala Kepolisian Distrik Rasuwa, Kathmandu, Avadhesh Bista mengatakan, sebanyak 15 jenazah dari penemuan tersebut telah teridentifikasi sebagai warga lokal. Sementara itu, sisanya diyakini merupakan warga asing.
“Tes DNA akan terus kami upayakan untuk mengungkap identitas enam jenazah lainnya. Dengan adanya penemuan ini, kami akan terus melanjutkan pencarian korban hilang akibat gempa Nepal,” ucap Bista.
Desa Langtang sendiri berjarak 60 kilometer dari ibu kota Nepal, Kathmandu. Wilayah tersebut diketahui menjadi salah satu wilayah terparah yang terkena dampak gempa Nepal.
Sebagaimana diberitakan, pada April dan Mei 2015, Nepal dilanda musibah gempa dahsyat berkekuatan hingga 7,9 Skala Richter (SR). Akibatnya, ribuan orang menjadi korban dan memaksa bantuan asing berdatangan.
(Jihad Dwidyasa )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.