JAKARTA - Hari ini genap pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla berusia satu tahun. Berbagai dinamika mewarnai perjalanan kepemimpinan mereka.
Banyak kontroversi dan hambatan yang muncul, sehingga kinerja pemerintahan Jokowi-JK belum optimal. Kepada MNC Media, termasuk KORAN SINDO, Presiden Jokowi memaparkan berbagai hambatan dan pencapaian selama satu tahun pemerintahan serta strategi ke depan. Berikut petikannya:
Hari ini tepat satu tahun pemerintahan Jokowi-JK. Hambatan apa saja yang Anda rasa cukup signifikan?
Yang tersulit, tapi akan menjadi sesuatu yang terpenting, pada tahun pertama ini memang pengaruh faktor eksternal yang sangat mendominasi, terutama ekonomi. Perlambatan ekonomi dunia, isu kenaikan suku bunga The Fed, pelemahan mata uang yuan China, dan lainnya. Saya kira dampak dan pengaruh dari faktor-faktor eksternal seperti ini sering kali menjadi sebuah tantangan.
Dari faktor internal bagaimana?
Kalau di internal, pada tahun pertama ini agenda konsolidasi manajemen di organisasi kabinet dan kementerian memang masih belum 100 persen. Jadi kemarin kami masih harus melaksanakan penyerapan anggaran. Masih terlambat. Lalu masalah nomenklatur juga masih menghambat. Pada semester kedua ini penyerapan anggaran kelihatan lebih cepat. Sudah ngebut. Kita harapkan pada akhir tahun nanti bisa mencapai 92-94 persen.
Apakah menurut Anda, saat ini sudah on the right track?
Sesuai dengan rencana besar kami, prioritas dan fokus pada infrastruktur dan pangan. Infrastruktur sudah kita mulai. Dalam pembangunan tol trans Sumatera, Lampung sampai Aceh, pada tingkatan ini kami akan selesaikan ke Palembang dulu. Kemudian pelabuhan-pelabuhan.
Di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, kemudian di Makassar sudah dimulai. Bulan depan akan dimulai pembangunan di Sorong. Pada November mendatang akan dimulai pembangunan jalur kereta api di Sulawesi. Disusul tahun depan di Papua. Pembangunan infrastruktur ini akan terus kita kerjakan dengan harapan biaya logistik dan transportasi menjadi lebih murah.
Pada akhirnya, harga barang-barang akan ikut murah dan daya saing kita akan meningkat. Di bidang pangan, tahun ini sudah dibangun 13 waduk dari rencana 49 waduk. Selama lima tahun akan dibangun 49 waduk. Kenapa perlu dibangun waduk? Karena kita lihat di lapangan, 52 persen irigasi kita rusak semua.
Waduk yang ada mungkin sudah lebih dari 15 tahun tidak diperbaiki. Tidak ada juga pembangunan waduk-waduk baru. Padahal, kalau kita mau swasembada pangan, mau tidak mau harus ada air. Keberadaan waduk akan membuat air selalu tersedia untuk dialirkan ke sawah dan kebun. Lahan-lahan kering menjadi produktif. Goalnya nanti ke sana.
Bagaimana proyek pembangunan infrastruktur?