Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jokowi: Kalau Ada Krikil Kecil-Kecil Itu Biasa

Koran SINDO , Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2015 |13:39 WIB
Jokowi: Kalau Ada Krikil Kecil-Kecil Itu Biasa
Foto: Okezone
A
A
A

Kalau untuk anggaran, kenaikannya memang hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Tahun depan juga sama angka-angkanya. Subsidi BBM (bahan bakar minyak) semuanya lari ke infrastruktur dan pangan. Hasilnya nanti akan sama-sama kita rasakan pada tahun ketiga dan keempat, baik kereta api, pelabuhan, tol, dan infrastruktur lainnya.

Infrastruktur berbicara jangka panjang. Bagaimana dengan problem masyarakat yang di depan mata seperti kenaikan harga BBM dan penurunan daya beli?

Itu sudah kami antisipasi. Beban masyarakat sudah terkurangi karena kita punya Kartu Pintar untuk sekitar 21 juta murid. Siswa SMA/SMK Rp1 juta, SMP Rp750.000, dan SD Rp450.000. Lalu ada 88 juta Kartu Sehat. Ini akan mengurangi beban masyarakat untuk ke rumah sakit. Kita juga punya dana desa sebesar Rp21 triliun.

Itu akan menggerakkan ekonomi di desa. Artinya, nanti daya beli masyarakat desa akan meningkat karena infrastruktur desa dikerjakan sendiri oleh masyarakatnya. Saya kira ini yang bisa kita lakukan untuk masyarakat. Soal daya beli, saya akui memang agak turun pada semester pertama kemarin karena ada guncangan ekonomi dunia.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga rendah, tapi kami yakin stabilisasi akan terjadi pada semester kedua ini. Kita sebagai bangsa besar harus tetap bersyukur bahwa pertumbuhan ekonomi kita masih 5 persen. Kalau stabilitas ekonomi dunia nantinya lebih baik, saya kira kita bisa naik ke posisi yang lebih baik lagi. Tahun depan insya Allah kita akan lebih baik dari tahun ini.

Bagaimana ketahanan kalangan industri dalam situasi seperti ini?

Saya kira dalam keadaan normal pun akan berat, apalagi sekarang ada perlambatan ekonomi. Yang paling penting, menurut saya, adalah menarik investasi untuk masuk ke Indonesia. Untuk apa? Untuk membuka lapangan pekerjaan. Kita fokus pada investasi padat karya berkaitan dengan tekstil, sepatu, dan lainnya.

Insentif akan diberikan ke arah sana. Misalnya diskon untuk pemakaian listrik di malam hari dan percepatan izini-zin. Kami merangsang industri agar mau masuk dan menanamkan modalnya di Indonesia. Dengan cara itu kita dapat membuka lebih banyak lapangan kerja.

Apakah ini bagian dari paket-paket kebijakan ekonomi?

Ya, paket-paket kebijakan ekonomi akan keluar terus. Dengan deregulasi ini, diharapkan tercapai kemudahan berinvestasi sehingga merangsang kecepatan berinvestasi. Contohnya perizinan di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) yang dulu bisa bulanan sekarang hanya tiga jam.

Izin-izin lainnya, pembuatan NPWP (nomor pokok wajib pajak), izin usaha, juga dipercepat. Kalau industrinya ada di kawasan industri bisa langsung beroperasi, izin lainnya boleh menyusul. Silakan. Kecepatan seperti ini juga diberlakukan negara-negara lain karena kompetisi sekarang bukan antardaerah, antarkota, atau antarprovinsi, tapi sudah antarnegara. Kalau kita tidak punya daya saing, tidak mempunyai pelayanan yang baik terhadap investor, lapangan kerja tidak akan terbuka lebar.

Apakah reshuffle cukup memberi perbaikan?

Setiap reshuffle arahnya ke situ. Artinya, kabinet harus bisa produktif, responsif atas situasi yang menghambat, baik hambatan karena ekonomi global maupun hambatan internal.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement