TEHERAN - Iran pada Selasa (18/8/2026) menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai Amerika Serikat (AS) memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman Islamabad yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Berbicara dalam sidang parlemen, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa Teheran akan menggunakan cara diplomatik maupun militer agar Washington "memahami konsekuensi dari tindakannya," menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
"Saya tegaskan: selama AS belum memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman tersebut—termasuk mencabut blokade, melepas aset yang dibekukan, mencabut sanksi minyak, mengakhiri ancaman dan operasi militer di semua lini, serta melaksanakan ketentuan lain yang telah disepakati dalam nota tersebut—selat itu tidak akan dibuka kembali," ujarnya, sebagaimana dilansir TRT.
Ghalibaf, yang juga menjabat sebagai ketua tim negosiasi Iran dalam pembicaraan dengan AS, mengatakan bahwa Teheran mengedepankan apa yang ia sebut sebagai "kekuatan logika dan logika kekuatan" melalui koordinasi antara bidang diplomatik dan militer.
Ia mengatakan bahwa periode yang ditetapkan dalam nota kesepahaman tersebut—termasuk pencabutan blokade AS dan gencatan senjata—telah membantu Iran meningkatkan ketahanan ekonominya serta memulihkan kemampuan pertahanannya.