DAMASKUS – Sejak 30 September hingga kini, sudah hampir tiga pekan militer Rusia meluncurkan serangan udara di Suriah. Dalam kurun waktu itu, sebanyak 370 orang dilaporkan tewas.
Laporan tersebut baru-baru ini dikeluarkan oleh Observatorium Suriah untuk urusan HAM yang berpusat di Inggris. Meski demikian, dari jumlah tersebut, sepertiganya yang terbunuh merupakan warga sipil Suriah, bukan militan ISIS.
“Sejak dilakukannya serangan udara pada 30 September, jet tempur Rusia sudah membunuh sebanyak 370 orang, yang sepertiganya merupakan warga sipil Suriah,” demikian pernyataan Observatorium Suriah untuk HAM, seperti dikutip Reuters, Rabu (21/10/2015).
Seperti diketahui, Rusia secara resmi telah menggelar operasi udara di Suriah untuk memerangi ISIS.
Sebagaimana diberitakan, sejak 30 September Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah melancarkan serangan udara pertama ke basis militer ISIS di Suriah.
Serangan itu dilancarkan setelah Presiden Vladimir Putin mendapat dukungan dari Parlemen Rusia untuk menggelar operasi militer guna memerangi ISIS dan merespons pembicaraan dengan Obama di Sidang Majelis Umum PBB.
Sebelumnya, Rusia dituding oleh AS melancarkan operasi militer untuk memerangi pemberontak Suriah didikan AS dan melindungi Presiden Suriah Bashar al Assad. Namun Rusia menegaskan bahwa operasi militer yang dilakukannya adalah untuk memerangi ISIS.
Kendati demikian, sejumlah serangan yang dilakukan jet tempur Rusia dikabarkan justru mengarah ke wilayah yang dimiliki oleh kelompok pemberontak dan berujung pada tewasnya warga sipil Suriah.
(Jihad Dwidyasa )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.