Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Indonesia Optimistis Jadi Anggota Dewan Organisasi Matirim Internasional

Fiddy Anggriawan , Jurnalis-Jum'at, 27 November 2015 |23:48 WIB
Indonesia Optimistis Jadi Anggota Dewan Organisasi Matirim Internasional
Pemilihan Dewan Organisasi Maritim Internasional (foto:Ist)
A
A
A

JAKARTA - Indonesia mengajukan diri untuk menjadi anggota dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) dalam pemilihan yang akan berlangsung di Markas IMO, London, Jumat (26/11/2015).

Delegasi Indonesia pun optimistis bisa masuk dan menjadi anggota dewan IMO. Jika terpilih, maka Indonesia memperpanjang keanggotaan di dewan IMO kategori C untuk setahun ke depan.

"Berdasarkan perhitungan sementara dari hasil prediksi, kami yakin terpilih kembali," kata Utusan Khusus Indonesia untuk IMO, Laksamana (Purn) Marsetio, dalam keterangannya.

Marsetio menerangkan, pentingnya posisi Indonesia di kategori C. Sebab, ini merupakan kategori untuk negara dengan letak dan kepentingan strategis.

Adapun kategori A untuk negara yang memiliki kapal dengan jumlah terbanyak. Kategori B untuk negara yang paling banyak menggunakan jasa pelayaran.

"Ini merupakan kategori strategis, jadi banyak negara yang juga mengincar kategori ini," tuturnya.

Menurut mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) tersebut

keanggotaan di IMO dianggap penting bagi Indonesia. Apalagi sebagai negara maritim yang memiliki wilayah laut yang besar. Sebab, Indonesia bisa ikut menentukan sejumlah aturan dan regulasi maritim yang bisa menguntungkan perekonomian.

"Nepal dan Mongolia yang tak punya laut pun masuk jadi anggota IMO. Memang ada kepentingan juga walau tak punya laut," pungkasnya.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement