nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ikan Raksasa di Kali Ciliwung Biasa Hidup di Sungai Amazon

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Senin 30 November 2015 13:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 11 30 525 1258199 ikan-raksasa-di-kali-ciliwung-biasa-hidup-di-sungai-amazon-L79yHkY4H7.jpg Foto: Putra Ramadhani/Okezone

BOGOR - Penemuan bangkai ikan raksasa di aliran Kali Ciliwung tepatnya di bawah jembatan Tol BOR, Jalan Soleh Iskandar, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu 29 November 2015 merupakan ikan endemik dari Sungai Amazon, Brasil.

Ikan yang mempunyai nama latin Arapaima Gigas tersebut sudah dipelihara di kolam oleh tempat wisata SKI Tajur sejak 8 tahun silam.

Supervisior SKI Tajur, Idrus menerangkan, ikan raksasa tersebut merupakan ikan air tawar tropis yang biasa hidup di Amerika bagian selatan.

"Ikan ini merupakan ikan endemik dari sungai Amazon, Brasil yang juga termasuk ikan langka karena terus diburu manusia untuk dijadikan ikan hias," kata Idrus saat ditemui Okezone, Senin (30/11/15).

Idrus juga menjelaskan, selain harganya yang mahal, ikan tersebut jika dewasa bisa memiliki ukuran panjang hingga 3 meter, berbobot mencapai 200 kilogram dan termasuk ikan yang memiliki usia hidup cukup lama.

"Ikan ini kalau sudah besar bisa mencapai 3 meter panjangnya beratnya juga bisa sampai ratusan kilogram. Harga ikan ini juga cukup mahal sekitar Rp6 juta per ekornya," terangya.

Selain itu Idrus mengatakan, ikan yang sekilas mirip ikan Mas atau Mujair ini sudah dipelihara oleh tempat wisata SKI sejak 8 tahun silam hingga saat ini.

"Kami memiliki ikan Arapaima Gigas di kolam sebesar 20x25 meter dengan tinggi kolam 1,5 meter sebanyak 15 ekor dan kini tinggal 14 lantaran seekor ikan lepas akibat air meluap saat hujan deras melanda Bogor hari Sabtu kemarin," tuturnya.

Untuk menghindari terjadinya hal serupa, kini pihak wisata SKI Tajur sedang memperbaiki saluran air di kolam tersebut, dan meninggikan dinding kolam agar saat hujan deras air tidak meluap yang membuat ikan lepas.

"Kami sedang memperbaiki kolam ikan tersebut supaya pas lagi hujan deras air tidak meluap lagi yang membuat ikan koleksi kami lepas," jelasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini