Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga Sektor Melati GDC Tolak Pembangunan Puskesmas

Amril Amarullah , Jurnalis-Rabu, 02 Desember 2015 |16:55 WIB
Warga Sektor Melati GDC Tolak Pembangunan Puskesmas
ilustrasi gerbang perumahan GDC Depok (foto: didepok.com)
A
A
A

DEPOK - Pembangunan puskesmas di Perumahan Grand Depok City (GDC) Sektor Melati, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Depok, Jawa Barat mendapatkan penolakan dari sebagian warganya. Di lokasi pembangunan, terpampang dua spanduk penolakan dari warga yang berisi tuntutan agar pemerintah memberikan kejelasan mengenai legalitas pembangunan dan pemberian sosialisasi.

Kunthi Djah Wardani, warga RT 4 RW 5 Sektor Melati mengatakan, pembangunan puskesmas mendapatkan penolakan karena mengkhawatirkan kenyamanan yang bisa terganggu. Pasalnya, dalam perencanaan puskesmas itu akan ada fasilitas rawat inap. Dia mengkhawatirkan suasana perumahan yang tadinya sepi menjadi ramai karena pembangunan tersebut.

“Warga beli rumah menginginkan kenyamanan. Lalu, ketika akan dibuat puskesmas rawat inap, pasti akan berisik. Selain itu, khawatirnya banyak virus yang mudah menyebar. Jadi, kami merasa tidak nyaman,” katanya, seperti dikutip pikiran-rakyat.com, Rabu (2/12/2015).

Dia mempertanyakan juga pembangunan puskesmas di lokasi yang dulunya berfungsi sebagai taman. Menurut dia, lokasi pembangunan puskesmas tersebut berada di area fasum perumahan.

Sebagian warga kemudian mempertanyakan izin mendirikan bangunan karena hal tersebut. "Tidak tahu legalisasinya sudah jelas atau belum. Lalu nanya IMB belum pernah diperlihatkan oleh RT. Selama ini tidak ada sosialisasi. Seharusnya RT mengakomodir keluhan kita," ujarnya.

Menurutnya, bukannya tidak setuju ada puskemas di sebuah wilayah. Tetapi, dia melihat pembangunan puskesmas memakai anggaran negara. Jadi, hal sekecil apapun yang memakai anggaran negara harus dikritisi.

"Ini sudah tahun 2015, informasi harus sudah terbuka. Tetapi, informasi dari pemkot selama ini tertutup. Seharusnya, kalau warga ada yang tidak setuju, warga dikumpulkan dan dimusyawarahkan," ujarnya.

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement