Di dalam rekaman yang diperdengarkan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Riza menyebut Darmo merupakan anak kesayangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena kepintarannya.
"Darmo ini disayang sama dia (Jokowi) karena si Darmo kalau presentasi, lulusan Amerika, sudah kuliah PhD pintar. Jokowi happy terus. Ini saya tahu. Darmo ngomong, Pak, itu didengerin (oleh Jokowi)," kata Riza dalam rekaman tersebut.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan juga pernah membela anak buahnya tersebut. Dia yang mengajak Darmawan untuk bergabung ke Kantor Staf Presiden yang pernah dipimpin sebelum menjadi Menko Polhukam.
"Jadi Pak Darmo adalah Deputi I saya. Dia lah yang saya minta untuk membuat kajian terhadap PT Freeport dan Mahakam," kata Luhut.
Dikatakan Luhut, dirinya memang menugaskan Darmo untuk melakukan kajian terhadap langkah Presiden terhadap kedua perusahaan tersebut.
"Saya yang minta dia untuk melakukan kajian terhadap langkah-langkah Presiden soal PT Freeport ataupun Mahakam. Dan dalam kajian itu kita tidak setuju untuk melakukan nego sebelum 2019," ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis 19 November 2015.

Dikutip Okezone dari situs resmi Kantor Staf Presiden, Jumat (4/12/2015), sebelum menjabat Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Darmawan Prasodjo sangat dikenal sebagai seorang ekonom energi dan lingkungan dengan pengalaman internasional. Dia juga menjadi anggota aktif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).