Namun, koalisi ini hanya berisi kelompok-kelompok Islam Sunni. Iran, sebagai negara penganut Islam Syiah absen dari daftar koalisi tersebut.
Pasalnya, Iran selama ini diduga telah mendukung kelompok bersenjata yang terlibat dalam pertempuran di Yaman, yang juga berkonflik dengan Arab Saudi.
Pengumuman koalisi ini dikeluarkan setelah Arab Saudi berhasil membawa kelompok-kelompok oposisi yang berbeda di Suriah duduk bersama.
Presiden Suriah Bashar al Assad tetap menentang negosiasi dengan kelompok yang menurutnya termasuk teroris. Akan tetapi, ada harapan bahwa Rusia pada akhirnya mungkin akan memaksa Assad untuk segera membuat konsesi (kerelaan mengurangi tuntutan terhadap kelompok pemberontak).
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.