NANGAHAR – Mata ganti mata, gigi ganti gigi. Demikianlah yang terjadi di antara militan Afghanistan dan ISIS. Empat anggota kelompok militan bernama lain Daesh itu dipenggal oleh militan Afghanistan di Provinsi Nangahar sebagai aksi balas dendam.
Total delapan orang tewas dalam aksi saling balas dendam tersebut. ISIS terlebih dahulu menangkap empat militan Pasoon dan memenggal mereka. Aksi tersebut merupakan bagian dari strategi ISIS untuk membasmi militan lokal di Afghanistan dengan target utama mendongkel Taliban dari singgasana mereka.
Kelompok militan Pasoon diketahui memiliki hubungan dekat dengan Wakil Ketua Parlemen Afghanistan, Haji Zahir. Menurut Zahir, kepala anggota ISIS itu dipajang oleh Pasoon dipinggir jalan.
“Jika mereka memenggal teman Anda, apakah Anda akan diam saja? Tentu saja tidak. Itu lah yang dilakukan oleh Pasoon,” ujar Zahir, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (28/12/2015).
Juru bicara otoritas Nangahar, Ataullah Khoqani, memastikan pasukan keamanan Afghanistan tidak terlibat sama sekali dalam aksi tersebut. Meski begitu, Khoqani akan meminta pihak-pihak terkait untuk menyelidiki insiden tersebut.
ISIS diketahui sedang berusaha melebarkan sayap mereka ke Afghanistan. Pekan lalu, komandan pasukan Amerika Serikat di Afghanistan, Jenderal John Campbell, memperkirakan ada lebih dari 3000 militan ISIS di negara tersebut. Kelompok militan itu diketahui sedang melakukan perekrutan anggota militan besar-besaran di Afghanistan dengan target anak-anak muda.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.