Pun begitu, Mussolini tetap bisa sekolah dan sangat menggemari keilmuan filosofi. Para filsuf seperti Freidrich Nietzsche, Vilfredo Pareto hingga Georges Sorel, jadi tokoh-tokoh yang dipelajarinya dengan serius.
Kembali ke Italia, Mussolini muda mulai dekat dengan politik kiri sosialis, sembari berkuliah di Universitas Lausanne.
Sempat bertugas di dunia militer sebagai prajurit di Korps Bersaglieri Italia, Mussolini terjun ke dunia jurnalistik pada 1909 dengan menjadi editor surat kabar ‘L’Avvenire del Lavoratore’ dan ‘Lotta di Classe’.
Tapi dari dunia jurnalistik inilah, Mussolini kian dekat dengan para aktivis sosialis di Italia. Namun ketika Perang Dunia I pecah, pecah pula relasi para aktivis sosialis. Mussolini yang kecewa, memulai gerakan revolusioner Fasisme.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.