nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dari Macron Hingga Trudeau, 5 Orang Ini Jadi Pemimpin Negara Termuda

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 24 Juli 2017 20:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 24 18 1742897 dari-macron-hingga-trudeau-5-orang-ini-jadi-pemimpin-negara-termuda-RnBJhvOoRi.jpg Dua pemimpin negara termuda di dunia, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: Reuters)

YANG muda yang berkarya. Begitu bunyi jargon yang biasa dilontarkan demi memancu agar anak-anak muda mampu menghasilkan sesuatu bagi bangsa dan negara. Karya yang dihasilkan tidak melulu berupa kesenian, tetapi juga prestasi di bidang politik.

Meski terkadang dipandang rendah, ternyata pemimpin negara yang berusia muda mampu memberikan warna baru bagi kancah perpolitikan di dunia. Ambil contoh Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dipandang sebagai representasi kaum muda dengan mendobrak kemapanan. Pria berusia 39 tahun itu berhasil menyingkirkan para calon dari golongan tua menuju kursi Istana Kepresidenan Prancis.

Meski begitu, setiap negara memiliki syarat usia minimal bagi seseorang untuk menjadi kepala negara atau kepala pemerintahan. Amerika Serikat (AS) contohnya, menetapkan usia minimal 35 tahun bagi seorang kandidat Presiden pada tahun pemilihan berjalan. Indonesia juga menetapkan 35 tahun sebagai usia minimal seorang calon Presiden.

Berikut lima kepala negara atau kepala pemerintahan yang masih berusia muda (di bawah 50 tahun) pada 2017:

1. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un (33 Tahun)

Menempati daftar pertama adalah putra dari Kim Jong-il. Jong-un ditunjuk sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Korea Utara (Korut) pada 2011 menggantikan ayahnya yang wafat. Jong-un lahir pada 8 Januari 1984. Dengan demikian, anak bungsu Kim Jong-il itu masih berusia 33 tahun pada 2017.

Usia muda tidak menghalangi Jong-un untuk menjadi salah satu pemimpin berpengaruh di dunia. Sosoknya sangat dihormati oleh warga Korut. Kim Jong-un bahkan dianggap sebagai diktator termuda saat ini.

 

(Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong-un. Foto: Reuters)

Mata dunia pun tak luput menyorot kiprah Jong-un. Ketua Partai Pekerja Korea itu bersikeras melanjutkan program nuklir serta uji coba rudal jarak jauhnya. Jong-un seakan tidak peduli dengan sejumlah sanksi serta kecaman dari dunia internasional terhadap programnya itu.

2. Emir Qatar, Syeikh Tamim bin Hamad al Thani (37 Tahun)

Putra dari Syeikh Hamad bin Khalifa al Thani ini ditunjuk menjadi Emir Qatar kedelapan pada 25 Juni 2013 menggantikan sang ayah yang mengundurkan diri. Penunjukkan tersebut seakan menjadi kado ulang tahun terindah bagi Syeikh Hamad yang saat itu berusia 33 tahun.

Pria kelahiran Doha pada 3 Juni 1980 itu adalah putra keempat dari Syeikh Hamad bin Khalifa al Thani. Syeikh Tamim pernah menempuh pendidikan militer di Akademi Militer Kerajaan Inggris di Sandhurst dan lulus pada 1998. Ia langsung dianugerahi pangkat Letnan Kedua dalam Angkatan Bersenjata Qatar usai lulus dari Sandhurst.

 

(Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad al Thani. Foto: Reuters)

Kiprah paling dikenal dari Syeikh Tamim adalah minatnya yang tinggi di bidang olahraga. Pria yang kini berusia 37 tahun itu mendirikan Qatar Sports Investment pada 2005. Konsorsium tersebut kini adalah pemilik klub sepakbola Prancis, Paris Saint Germain (PSG). Syeikh Tamim juga anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan salah satu tokoh di balik penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

3. Raja Bhutan, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck (37 Tahun)

Pria kelahiran 21 Februari 1980 ini adalah Druk Gyalpo atau Raja Naga kelima dari Kerajaan Bhutan. Ia naik takhta pada 9 Desember 2006 di usia 26 tahun untuk menggantikan sang ayah Jigme Singye Wangchuck. Meski begitu, Jigme Khesar baru dinobatkan secara resmi pada 1 November 2008.

Jigme Khesar menempuh pendidikan tinggi di Magdalen College, University of Oxford, Inggris dalam program studi Hubungan Internasional. Jigme Khesar juga pernah mewakili Bhutan dalam Sidang Tahunan Majelis Umum PBB pada 8 Mei 2002.

 

(Raja Bhutan, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck. Foto: Reuters)

Pada 12-13 Juni 2006, Jigme menghadiri peringatan 60 tahun bertakhtanya mendiang Raja Bhumibol Adulyadej di Bangkok, Thailand. Wajahnya yang tampan menarik perhatian kaum hawa di Negeri Gajah Putih. Tak pelak, media-media Thailand memberi julukan Prince Charming atau Pangeran Berkharisma.

4. Presiden Prancis, Emmanuel Macron (39 Tahun)

Kemenangan pria bernama lengkap Emmanuel Jean-Charles Macron tersebut dianggap membawa harapan baru bagi Prancis. Betapa tidak, praktis nama Macron baru mencuat satu tahun sebelum pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres).

Pria kelahiran Amiens itu mencuri perhatian kala keluar dari jajaran kabinet Presiden Francois Hollande pada awal 2016. Macron dengan tegas saat itu menyatakan ingin maju sebagai calon presiden, walau bukan dari Partai Sosialis, partai pengusung Francois Hollande.

Mantan bankir itu lalu mendirikan Partai En Marche atau Partai Bergerak sebagai kendaraan politik pada April 2016. Tidak diduga, partai itu begitu cepat meraih popularitas. Hanya dalam satu tahun serta perubahan nama menjadi Partai Republik Bergerak (REM), parlemen Prancis berhasil dikuasai.

Kembali ke Emmanuel Macron. Selain mampu meraih simpati masyarakat Prancis, warga dunia juga tersihir dengan kisah cinta sang presiden. Betapa tidak, jika tiga pendahulunya terkenal bad boy, Macron begitu setia dengan Brigitte Trogneux, bahkan harus menunggu puluhan tahun demi meminang pujaan hati yang lebih tua 25 tahun dari dirinya tersebut.

5. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (46 Tahun)

Pria kelahiran 25 Desember 1971 ini adalah anak sulung dari mantan PM Kanada Pierre Trudeau. Justin Trudeau terpilih sebagai PM Kanada sejak 2015 pada usia 43 tahun. Pria tampan ini baru berkecimpung di dunia politik pada 2008 setelah wafatnya sang ayah.

Justin meraih gelar sebagai sarjana pendidikan dari University of British Columbia, Vancouver, Kanada pada 1998. Ia kemudian menetap di kota tersebut dan mendapat pekerjaan sebagai seorang guru mata pelajaran Bahasa Prancis dan Matematika di West Point Grey Academy.

Jalan hidup kemudian membawa Justin Trudeau menjadi seorang aktor untuk mini seri ‘The Great War’ pada 2007. Ia tampil dalam dua episode mini seri yang mengisahkan keterlibatan Kanada dalam Perang Dunia I. Dua tahun kemudian Trudeau terpilih sebagai anggota DPR Kanada untuk mewakili Papineau pada 2009 hingga terpilih sebagai PM enam tahun kemudian.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini