2. Emir Qatar, Syeikh Tamim bin Hamad al Thani (37 Tahun)
Putra dari Syeikh Hamad bin Khalifa al Thani ini ditunjuk menjadi Emir Qatar kedelapan pada 25 Juni 2013 menggantikan sang ayah yang mengundurkan diri. Penunjukkan tersebut seakan menjadi kado ulang tahun terindah bagi Syeikh Hamad yang saat itu berusia 33 tahun.
Pria kelahiran Doha pada 3 Juni 1980 itu adalah putra keempat dari Syeikh Hamad bin Khalifa al Thani. Syeikh Tamim pernah menempuh pendidikan militer di Akademi Militer Kerajaan Inggris di Sandhurst dan lulus pada 1998. Ia langsung dianugerahi pangkat Letnan Kedua dalam Angkatan Bersenjata Qatar usai lulus dari Sandhurst.
(Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad al Thani. Foto: Reuters)
Kiprah paling dikenal dari Syeikh Tamim adalah minatnya yang tinggi di bidang olahraga. Pria yang kini berusia 37 tahun itu mendirikan Qatar Sports Investment pada 2005. Konsorsium tersebut kini adalah pemilik klub sepakbola Prancis, Paris Saint Germain (PSG). Syeikh Tamim juga anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan salah satu tokoh di balik penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
3. Raja Bhutan, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck (37 Tahun)
Pria kelahiran 21 Februari 1980 ini adalah Druk Gyalpo atau Raja Naga kelima dari Kerajaan Bhutan. Ia naik takhta pada 9 Desember 2006 di usia 26 tahun untuk menggantikan sang ayah Jigme Singye Wangchuck. Meski begitu, Jigme Khesar baru dinobatkan secara resmi pada 1 November 2008.
Jigme Khesar menempuh pendidikan tinggi di Magdalen College, University of Oxford, Inggris dalam program studi Hubungan Internasional. Jigme Khesar juga pernah mewakili Bhutan dalam Sidang Tahunan Majelis Umum PBB pada 8 Mei 2002.
(Raja Bhutan, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck. Foto: Reuters)
Pada 12-13 Juni 2006, Jigme menghadiri peringatan 60 tahun bertakhtanya mendiang Raja Bhumibol Adulyadej di Bangkok, Thailand. Wajahnya yang tampan menarik perhatian kaum hawa di Negeri Gajah Putih. Tak pelak, media-media Thailand memberi julukan Prince Charming atau Pangeran Berkharisma.