SOLO - Dua mahasiswi Fakultas Teknik Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Silvi Nurfitriani dan Finda Amalia Ma'ruf dilaporkan hilang sejak awal Desember 2015.
Hilangnya dua mahasiswa itu diduga terkait Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), organisasi sosial yang tengah hangat diperbincangkan karena diduga berada di balik hilangnya sejumlah orang.
Pihak kampus bahkan memastikan keduanya anggota Gafatar. Wakil Dekan Fakultas Teknik UNS, Eko Pujiyanto mengatakan, hal itu terbukti saat Silvi dan Finda ikut bakti sosial 2015.
Dalam bakti sosial yang digelar Dewan Mahasiswa Karanganyar dan Boyolali, Silvi dan Finda secara terang-terangan menawarkan pada siapa saja untuk ikut dalam organisasi Gafatar.
"Saat itu keduannya secara berani dan terang-terangan menawarkan pada siapa saja untuk ikut Gafatar," papar Eko saat ditemui di Fakultas Teknik UNS, Solo, Selasa (12/1/2016).
Pihak kampus mengetahui dua mahasiswa hilang setelah mendapat laporan dari masing-masing keluarga. Setelah itu, pihak kampus bersama keluarga melapor ke Polresta Solo.
Saat membuat laporan, Polresta Solo menyebut Gafatar adalah organisasi yang tidak boleh beroperasi di Solo. Hingga akhirnya keluarga melapor ke Polres Karanganyar, karena Gafatar masih aktif di sana.