PALEMBANG - Perubahan drastis terjadi pada Ahmad Yani (33) warga Palembang yang bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Menurut Mariam (55) orang tua Yani, sebelum anaknya beserta menantu dan 33 cucunya digondol Gafatar ke Kalimantan, tampak perubahan sikap yang menonjol pada putranya tersebut.
"Sebelumnya Yani sangat taat beribadah dan rajin ke Masjid. Setelah bergabung dengan Gafatar dia berubah drastis, tidak pernah terlihat beribadah," jelas Mariam saat melapor ke Mapolresta Palembang, Jumat (15/1/2016).
Dia melanjutkan, ia mencurigai kalau putranya terhipnotis bergabung dengan Gafatar, setelah melihat buku anggota Gafatar, jaket Gafatar dan atribut lain bertuliskan Gafatar di rumah anaknya di Lorong Bakti No 54 RT 24 RW 09 Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Palembang.
"Tapi saat itu saya belum tahu kalau ini organisasi terlarang," sambungnya.
Selain itu, Yani juga sering ikut perkumpulan Gafatar di daerah Kenten Palembang. Hingga memutuskan pindah ke Kalimantan bersama anak dan istrinya.
"Sampai sekarang mereka sekeluarga tidak bisa lagi dihubungi. Entah bagaimana nasibnya," katanya.
Dia baru mengetahui kalau Gafatar organisasi terlarang setelah dapat info di media. "Pemberitahuan di media mengatakan jika ada indikasi mencurigakan seperti ini harus lapor, saya khawatir anak saya, hingga saya lapor ke sini," tutupnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Mapolresta Palembang, Kompol Marully Pardede membenarkan pihaknya telah menerima laporan kehilangan atas nama keluarga tersebut nomor SKTLK/07-C/I/2016/Sumsel/Resta.
"Biodata dan ciri-ciri keluarga yang hilang itu telah diselidiki oleh petugas," katanya.
Dia melanjutkan, sejauh ini sudah ada beberapa warga Sumsel yang hilang diduga bergabung dengan Gafatar.
"Kami sudah berkoordinasi dengan MUI dan Kesbangpol untuk menangani hal ini," jelasnya.
Dia juga mengimbau kepada seluruh warga agar segera melapor ke polisi bila ada pihak keluarga atau orang dekat yang hilang dan diduga bergabung dengan organisasi terlarang itu.
"Kita semua harus waspada, segera lapor bila ada yang mencurigakan," katanya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.