“(Berita) ini bohong. Kami memang bekerja sama dengan mitra-mitra kami untuk mencari solusi konflik Timur Tengah. Tapi menempatkan pasukan di Irak atau Suriah, tidak menjadi pembahasan kami,” cetus Kuleba, dilansir Sputnik, Rabu (3/2/2015).
Sanggahan lainnya juga disampaikan Andry Lysenko. Juru bicara Kepresidenan Ukraina bahkan menyatakan wartawan Inggris yang memberitakan hal tersebut, sengaja memanas-manasi perang hybrid terhadap Ukraina.
“Berita tentang kemungkinan tentara Ukraina ditempatkan di Suriah untuk melawan Daesh (sebutan lain ISIS), adalah informasi keliru. Ini merupakan elemen lain perang hybrid yang sedang dikobarkan terhadap negara kami,” timpal Lysenko.
(Randy Wirayudha)