Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemicu Bentrok Ormas di Medan, Masalah Parkir hingga Salah Paham

Erie Prasetyo , Jurnalis-Rabu, 03 Februari 2016 |12:26 WIB
Pemicu Bentrok Ormas di Medan, Masalah Parkir hingga Salah Paham
Polisi memeriksa salah seornag anggota ormas kepemudaan pasca bentrokan di Medan (Foto: Antara)
A
A
A

MEDAN - Bentrok antar ormas kepemudaan sudah bukan hal yang asing bagi warga Kota Medan. Seringnya bentrokan antar ormas kepemudaan membuat warga Kota Medan sudah terbiasa dengan kebiasan buruk ormas kepemudaan di Kota Medan.

Walau demikian, banyak warga Medan yang menginginkan agar ormas kepemudaan ditertibkan. Sehingga warga tidak merasa resah dengan kegiatan ormas yang ada di Kota Medan.

Berikut bentrokan antar ormas kepemudaan yang pernah terjadi dalam satu tahun terakhir di Kota Medan dan sekitarnya.

Pada 27 Maret 2015, lantaran dipicu persaingan rebutan lahan gararapan di Pasar 1, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara. Dua kubu ormas kepemudaan saling serang menggunakan senjata tajam, kayu, ketapel dan batu.

Pada bentrokan tersebut, polisi mengamankan 15 anggota ormas Forum Komunikasi Putra-Putri Indonesia (FKPPI) dan 10 anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) beserta puluhan pentungan kayu, batu, ketapel dan lainnya sebagai alat perang.

Bentrokan berikutnya terjadi pada 4 April 2015, bentrokan besar yang melibatkan ratusan orang antara anggota dua ormas kepemudaan PP dan Ikatan Pemuda Karya (IPK) di Jalan Marelan Raya, Pasar I, tepatnya di Lapangan Sepakbola Simpang Pujaan, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Sumatera Utara.

Kejadian tersebut membuat pengguna jalan yang melintas kocar-kacir. Rumah warga dan tempat usaha di sekitar itu juga saling tutup. Saat bentrokan terjadi, tiba-tiba saja listrik mati. Kondisi ini membuat kawasan bentrokan semakin mencekam.

Akibat kejadian itu Jalan Marelan Raya macat total hingga beberapa jam. Bahkan massa juga membakar pos ormas. Beberapa orang juga dikabarkan terluka pada insiden itu.

Pada 16 April 2015, bentrok antar ormas kepemudaan PP dan IPK kembali terjadi. Bentrokan terjadi di Jalan Garuda Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Sumatera Utara. Bentrok tersebut didasari masalah plang salah satu ormas dirubuhkan. Beruntung, Pihak kepolisian dengan cepat merespon kejadian tersebut sehingga tidak menimbulkan korban.

Pada 22 April 2015, ormas kepemudaan IPK dan PP dikabarkan bentrok di Jalan Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Helvetia. Bentrokan ini dipicu rebutan lahan parkir dan pengamanan di kawasan sekitar kawasan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU). Masing-masing kubu mengklaim lahan tersebut berada di bawah wilayah kekuasaannya.

Bentrokan pun tak terhindarkan. Perang batu dan saling kejar menggunakan senjata tajam pun terjadi. Suasana terlihat sangat mencekam. Warga pemilik toko langsung menutup usahanya. Sementara, warga lainnya langsung menutup pintu rumahnya.

Tak lama setelah bentrokan pecah, personel Polsek Medan Helvetia tiba di lokasi. Melihat kedatangan polisi, dua kelompok ormas tersebut langsung bubar. Polisi kemudian mengamankan sejumlah klewang, pisau, potongan besi dan kayu dari lokasi bentrokan.

Yang teranyar, Sabtu 30 Januari 2016, bentrokan antar ormas kepemudaan IPK dan PP terjadi di Jalan Thamrin. Bentrokan lalu merembet ke daerah lainya. Bahan bentrokan juga dikabarkan berlanjut esok harinya.

Akibat bentrokan itu, dua orang meninggal dunia yakni, Roy Silaban dan Monang Hutabarat. Lima orang juga dikabarkan mendapat luka berat. Polisi sudah menetapkan 18 orang dalam bentrokan tersebut.

(Fransiskus Dasa Saputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement