Share

Terungkap! Ini Penyebab Penikaman Dua Pengungsi Rohingya di Medan

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Minggu 19 Maret 2017 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 19 340 1646706 terungkap-ini-penyebab-penikaman-dua-pengungsi-rohingya-di-medan-fJvXwUp4xw.jpg Ilustrasi (Okezone)

MEDAN – Dua orang pengungsi Rohingya asal Myanmar yang tengah ditampung di Hotel Pelangi, Jalan Jamin Ginting, Kota Medan, ditikam rekan mereka sesama pengungsi, pada Sabtu 18 Maret 2017.

Akibatnya, kedua pengungsi atas nama Zakarea (17) dan Mohammad Elyas (44) itu harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara pelaku atas nama Abdul Nabi (25), kini telah ditangkap dan dijebloskan ke tahanan Mapolsek Delitua.

Kapolsek Delitua, Kompol Wira Prayatna mengatakan, aksi penikaman itu bermula dari keributan antara pelaku dengan sang istri Farben Akter. Pelaku mencekik dan menendang istrinya hingga tersungkur ke lantai. Aksi penganiayaan itu dilakukan di dalam kamar hotel tempat mereka ditampung selama berada di Medan.

Karena mendengar pelaku menganiaya sang istri, kedua korban yang tinggal di kamar yang masih satu koridor dengan pelaku dan istrinya, kemudian mencoba melerai. Korban pun menasihati agar pelaku berhenti menganiaya sang istri.

Rupanya nasihat itu tak bisa diterima pelaku. Ia pun mengambil gunting dan langsung menikam kedua korban hingga tersungkur ke lantai. Aksi penikaman itu pun sempat membuat pengungsi lainnya panik. Pelaku sempat dikejar, namun akhirnya berhasil melarikan diri dengan cara melompat ke tembok.

“Akibat tikaman itu, korban atas nama Zakarea terkena tikaman di bawah leher dan dada sebelah kanannya. Sementara korban atas nama Elyas, terkena luka tikaman di perut sebelah kanan dan paha kakinya. Keduanya kini masih dirawat di rumah sakit,” jelas Kompol Wira.

Wira menyebutkan, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku kerap terlibat pertengkaran dengan sang istri. Bahkan sekitar dua pekan lalu, pelaku terlibat pertengkaran dengan mertua dan kakak iparnya yang juga ditampung di hotel tersebut.

“Pelaku memang kerap bertengkar dan melakukan kekerasan terhadap istrinya. Itu makanya pengungsi lain marah dan menegurnya. Tapi, dia tak terima ditegur,” tandas Wira.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini