Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bayi & Lansia Tewas, 318 Korban Luka Gempa Taiwan Dirumahsakitkan

Randy Wirayudha , Jurnalis-Sabtu, 06 Februari 2016 |13:48 WIB
Bayi & Lansia Tewas, 318 Korban Luka Gempa Taiwan Dirumahsakitkan
Evakuasi korban gempa Taiwan (Foto: Reuters)
A
A
A

TAINAN – Gempa berkekuatan 6,7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kota Tainan di Taiwan pada Sabtu, (6/2/2016) dini hari, mencatatkan lima korban tewas.

Seperti dilansir Belfast Telegraph, Sabtu, (6/2/2016), tiga di antara lima korban tewas itu teridentifikasi seorang bayi berusia 10 hari dan dua orang lanjut usia (lansia) berumur 55 tahun berjenis kelamin perempuan dan 50 tahun berjenis kelamin laki-laki.

Sementara otoritas setempat setidaknya berhasil menyelamatkan 224 orang dari reruntuhan gedung-gedung. Dilaporkan, setidaknya tujuh gedung roboh, di mana beberapa di antaranya merupakan gedung permukiman apartemen.

Otoritas Taiwan juga menyebutkan bahwa total 318 korban luka mesti dirumahsakitkan, baik korban yang berasal dari reruntuhan apartemen, maupun dari sebuah pasar yang turut roboh.

Gempa ini terjadi sekira pukul empat pagi, ketika warga setempat masih tertidur lelap. Gempa tersebut berpusat di 22 mil sebelah tenggara Yujing dan berada di kedalaman enam mil di bawah tanah.

Ibu Kota Taiwan, Taipei juga sempat merasakan getaran hebat dan gempa ini juga terasa hingga beberapa kota di dataran utama China.

Di Kota Tainan, sebagaimana dilaporkan Kantor Dagang dan Ekonomi (KDEI) Taipei, juga terdapat 17 ribu warga negara Indonesia (WNI). Akan tetapi, belum ada laporan korban lebih lanjut dari belasan ribu WNI yang sebagian besar merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) tersebut.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement