Dari Calais sampai Praha
Para demonstran pada Sabtu juga berunjuk rasa di kota-kota lain Eropa seperti Amsterdam, Praha dan Birmingham di Inggris. Di Calais, bagian utara Prancis, lebih dari selusin orang ditangkap selama aksi protes yang diikuti oleh seratus orang meski telah dilarang menurut otoritas.
Ribuan imigran yang meninggalkan perang dan kemiskinan di Afrika dan Timur Tengah berkemah di Calais, berharap mendapat peluang untuk melakukan perjalanan pendek menyeberang ke Inggris.
Di Praha, sekitar 2.200 orang yang meliputi pendukung dan penentang PEGIDA menggelar serangkaian demonstrasi di sekitar ibu kota Republik Ceko. Polisi turun tangan dalam pawai ketika para pendukung imigran diserang oleh sekitar 20 orang yang melemparkan botol dan bebatuan.
Selanjutnya sekitar 20 penyerang bertopeng melemparkan bom molotov ke arah sebuah pusat pengumpulan dana untuk para pengungsi sehingga memaksa penghuni di dalam gedung untuk dievakuasi. Insiden penyerangan ini melukai satu orang menurut polisi.
Di Warsawa, ratusan orang melambaikan bendera Polandia dan meneriakkan "Inggris dan Prancis berlinang air mata, itu bagaimana akhir toleransi."
"Kita berdemonstrasi menentang Islamisasi Eropa, kita berdemonstrasi menentang imigrasi, melawan invasi," kata Robert Winnicki, pemimpin gerakan kanan-jauh Polandia Ruch Narodowy (Gerakan Nasional), kepada para pengunjuk rasa.
Republik Ceko, Slovakia, Hongaria dan Polandia sama-sama mengambil sikap tegas mengenai migrasi dan menolak menerima pengungsi dengan jumlah signifikan, demikian seperti dilansir kantor berita Reuters.
(Emirald Julio)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.