nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mbah Dirjo Sulap Ban Bekas Jadi Kursi Bernilai Jutaan Rupiah

Kuntadi, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2016 16:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 02 09 510 1308003 mbah-dirjo-sulap-ban-bekas-jadi-kursi-bernilai-jutaan-rupiah-JM2IQuVz82.jpg foto: Kuntadi/Koran Sindo

KULONPROGO - Ban mobil bekas bagi sebagian orang tidak memiliki nilai guna. Barang ini pun kerap teronggok di bengkel dan akan dijual loakan. Namun di tangan Sudirjo (62), ban bekas disulap menjadi kursi-kursi cantik dan laku dijual hingga jutaan rupiah.

Mbah Dirjo -sapaan Sudirjo- mengatakan, awalnya tidak peduli dengan ban bekas yang dibawa pulang anaknya ke rumahnya di Klegen, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih. Ban mobil itu hanya dibiarkan teronggok di teras dan pelataran rumah.

Anaknya lalu mengutarakan niatnya untuk membuat usaha kerajinan berbahan ban bekas. Pensiunan PNS Polri ini pun memutar otak. Hingga akhirnya dia mencoba merangkai ban bekas menjadi piranti mebel. Ban itu disulap menjadi satu set meja dan kursi.

Setelah dikombinasi dengan material lain, seperti vinyl Oscar, dan spon, ban bekas inipun nampak indah. “Ketika sudah jadi seperti ini, orang tidak akan mengira bahan utamanya dari ban bekas,” jelas Sudirjo.

Sampai saat ini, Sudirjo telah berhasil menciptakan tiga jenis kursi. Baik meja bundar, kursi bundar maupun kursi dengan sandaran. Untuk membuat mebel ini, ternyata cukup mudah. Ban itu dibersihkan dan dicari yang ukurannya sama. Selanjutnya dikasih penutup dari kayu di kedua sisinya. Ban itupun dilapisi dengan spons di seluruh permukaan. Sebagai finishing ditutup dengan vinil Oscar yang dijahit dengan ketelitian dan diberikan kaki-kaki.

Satu set ban bekas ini dibanderol dengan harga Rp1,5 juta. Terdiri dari tiga kursi dan satu meja. Dengan harga sebanyak itu, Sudirjo mengaku mendapatkan keuntungan meskipun juga sudah mepet dengan biaya dan ongkos produksi.

Kursi ban bekas inipun kini telah merambah hotel dan café. Bentuknya yang unik dan kombinasi warna vinil yang unik, menjadikan meubel ini menjadi alternative pilihan. “Dilihat dari bentuknya memang cocok untuk hotel ditempatkan di lobi,” jelasnya.

Salah seorang konsumen, Sekar Langit mengaku tertarik dengan mebel berbahan bekas ini. Awalnya dia tahu dari rekan-rekannya yang diunggal melalui sosmed. Karena warnanya cukup mencolok dan unik, dia berusaha mencarinya. “Unik saja, apalagi kita bisa memesan warna sesuai kesukaan,” jelasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini