perempuan Quaid, yang bernama Fatima Jinnah. Setelah kematiannya pada tahun 1964, istana diserahkan kepada adiknya yang lain, Shireen Bai, yang tinggal di sana sampai ajal menjemput pada 1980.
Sejak saat itu sampai tahun 1995, istana itu disegel sebagai akibat dari litigasi. Akhir kisah, istana megah itu dibeli oleh Pemerintah Sindh dan berubah menjadi museum.
4. Sheikhupura Fort di Lahore
Disadur dari Dawn, Sheikhupura Fort dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Mughal Jahangir. Meskipun, tidak ada bukti konklusif yang mendukung ini, Tuzuk-i-Jahangiri (autobiografi Jahangir) menyebutkan bahwa Kaisar menugaskan Sikandar Moeen untuk membangun Fort tersebut, dalam perjalananannya berburu ke Hiran Minar pada 1607 Masehi.
Secara politis, benteng ini muncul selama konsolidasi Sikh Raj di Punjab. Menurut Ihsan H. Nadiem, arkeolog veteran dan sejarawan Pakistan, sebelum Sikh mengambil alih kekuasaan, Sheikhupura Fort digunakan sebagai tempat persembunyian bagi para bandit, yang suka menjarah penduduk desa.
Baru pada 1797, Raja Shah Zaman menginvasi Lahore dan mengepung benteng tersebut untuk membersihkannya dari para perampok. Namun tak berapa lama, Sheikhupura Fort lagi-lagi berpindah tangan. Kali ini ia jatuh dalam kekuasaan seorang perampok bernama Inder Singh. Lalu direbut lagi oleh sekutu Ranjit Singh, Lehna Singhan. Mengakibatkan, Inder Singh dihukum mati pada masa itu.