Setelah masa kejayaan Lehna Singhan berakhir, benteng itu direbut Sahib Singh dan Sahai Singh pada 1808. Dipersembahkan kepada sekutunya sendiri, Maharaja Ranjit Singh. Benteng itu kemudian dihadiahkan kepada istrinya, Datar Kaur atau Mai Nakkain, ibunda dari putra mahkota Kharak Singh.
Datar Kaur berperan besar dalam proses renovasi benteng tersebut. Ia menghabiskan hidupnya sampai akhir hayat di kediamannya itu. Demikian juga ratu-ratu sesudahnya.
Sampai pada pertengahan abad 19, di bawah penjajahan Britania Raya, ratu terakhir Sheikhupura, Rani Jindan, ibu dari Maharaja Duleep Singh menjadi tahanan rumah. Meskipun kemudian ia dipindahkan dari benteng tersebut ke tempat pengasingan di Nepal dan London. Diyakini, hingga kini arwah para ratu masih mendiami bangunan bersejarah yang tak lagi terawat itu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.