Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jokowi Bantah Ada Pembukaan Kantor Perwakilan Papua Merdeka

Antara , Jurnalis-Rabu, 17 Februari 2016 |15:14 WIB
Jokowi Bantah Ada Pembukaan Kantor Perwakilan Papua Merdeka
Presiden Jokowi (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo *(Jokowi) melalui Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi membantah adanya isu pembukaan kantor perwakilan Gerakan Papua Merdeka di Wamena, Papua Barat.

"Saya sudah konfirmasi ke Menko Polhukam bahwa tidak benar membuka perwakilan yang katanya 'disupport'. Itu tidak benar," kata Johan ditemui di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/2/2016).

Menurut Johan, saat ini Kemenko Polhukam sudah berkoordinasi dengan TNI untuk melakukan pendekatan persuasif. Dia berharap isu tersebut tidak menimbulkan kericuhan di Papua.

Johan menjelaskan, pemerintah tidak setuju dengan adanya gerakan separatis yang membuka perwakilan mengatasnamakan kelompok tertentu.

"Yang pasti tidak ada pembukaan perwakilan Papua merdeka. Jelas tidak bisa," tegas Johan.

Sebelumnya, terdapat isu Gerakan Papua Merdeka telah meresmikan kantornya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Barat. Gerakan itu didukung oleh sejumlah negara di kawasan Melanesia dan telah mendirikan kantor perwakilan di Vanuatu.

Selain itu, terdapat sepuluh warga mantan anggota Operasi Papua Merdeka (OPM) yang kembali ke pangkuan NKRI dan bertemu dengan Wakil Kepala Polda Papua Brigjen Pol Rudof A Rojak didampingi Bupati Puncak Jaya Hanock Ibo.

Pemerintah terus berupaya membangun Papua untuk meningkatkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya. Salah satu upaya adalah dengan membangun jalur kereta api rute Sorong-Manokwari.

(Susi Fatimah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement