INDRAMAYU - Hampir 800 pekerja seks komersial (PSK) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat terjangkit HIV/AIDS. Jumlah tersebut 50 persen dari 1.600 PSK yang berkeliaran di Indramayu.
Kasi Kesejahteraan Anak dan Lansia Dinas Sosial, Ketenagakerjaan, dan Transmigrasi, Kabupaten Indramayu, Abdul Khalim mengatakan, wilayah barat Kabupaten Indramayu menjadi penyumbang terbesar.
"Dari hasil pengamatan kami, sekira 1.600 PSK Indramayu sebanyak 50 persennya terkena HIV/AIDS dan 10 persennya meninggal dunia," katanya, Rabu (17/2/2016).
Menurut Abdul, kendati sudah ada perda yang melarang praktik prostitusi, namun kenyataannya di lapangan masih saja ada lokalisasi. Misalnya, seperti yang terjadi di Desa Cilege Indah, Kecamatan Gantar dan sepanjang jalur Pantura.
"Kami sudah sering melakukan upaya untuk menekannya dengan melakukan operasi pekat dan melakukan pembinaan, akan tetapi kegiatan prostitusi tersebut tidak bisa dihilangkan," katanya.
Pada 2015 saja, sudah terjaring sebanyak 62 PSK, dan 42 orang dipulangkan karena tidak memenuhi syarat untuk dilakukan pembinaan, seperti PSK yang memiliki penyakit, dan memiliki anak, serta memasuki usia tua.
"Sisa 20 orang ini kami berikan pembinaan yang berlokasi di Palimanan. Ke- 20 orang ini masih dikatakan usia produktif mulai dari 19-45 tahun," katanya.
Abdul menambahkan, dari 1.600 PSK Indramayu itu tersebar di pelbagai tempat, baik di daerah Indramayu maupun di luar Indramayu seperti Saritem, Batam, dan Kalijodo. Maraknya PSK di Indramayu, biasanya disebabkan faktor ekonomi, pergaulan, dan kebiasaan turun-temurun.
"Penyumbang terbesar PSK berasal dari wilayah barat Indramayu, antara lain Kecamatan Bongas dan Gabuswetan. Pasalnya, wilayah barat merupakan basis pertanian dan kawin cerai serta mobilisasinya lebih mudah," katanya.
Sementara itu, Kasi Pengendalian Penyakit Menular Langsung Dinas Kesehatan Indramayu, Dede Setiawan mengatakan, sejak adanya penderita HIV?AIDS di Indramayu, yakni pada 1993- 2015 penderita penyakit mematikan tersebut sudah mencapai 2.079 orang.
"683 orang adalah PSK. Dari 2.079 orang sebanyak 1.803 penderita HIV/AIDS masih usia produktif dan tercatat sebanyak 243 orang meninggal," ujarnya.
Sedangkan sekarang, pihaknya menangani sebanyak 770 penderita yang masih dalam pengobatan dan mayoritas penderita tertular melalui hubungan seksual.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.