Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gerhana Matahari Zaman Nabi Muhammad Bakal Terulang di Semarang

Mustholih , Jurnalis-Sabtu, 05 Maret 2016 |15:56 WIB
Gerhana Matahari Zaman Nabi Muhammad Bakal Terulang di Semarang
Ilustrasi gerhana matahari. (dok.Moonzoo)
A
A
A

Gerhana matahari ini, kata Sugeng Riyadi, menjadi penanda salat gerhana pertama dan terakhir yang dilaksanakan Nabi Muhammad. Pada saat itu, Nabi Muhammad juga sedang berduka karena putranya, Ibrahim, wafat.

Menurut Sugeng Riyadi, Ibrahim putra Muhammad dimakamkan di Pemakaman Baqi pagi hari menjelang gerhana terjadi. "Sekitar pukul 09.00 WIB terjadi Gerhana Matahari. Orang-orang mengira gerhana sebadai mukjizat atau tanda matahari turut bersedih. Usai salat gerhana, Nabi menjelaskan tidak ada kaitannya dengan kematian seseorang," jelas Sugeng Riyadi.

Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia, Ahmad Izzuddin membenarkan bahwa gerhana matahari pada zaman Nabi Muhammad bakal terulang di Semarang. "Dilihat dari waktunya, sama-sama terjadi pada seperempat pagi hari terawal. Durasinya sama-sama sekitar dua jam, dan besaran piringan gerhana sama-sama punya persentasi gelap 80-an persen," ujar Dosen Ilmu Falak UIN Walisongo tersebut.

(Abu Sahma Pane)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement