Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jokowi Tak Berniat Terbitkan Inpres soal Menteri Gaduh

Gunawan Wibisono , Jurnalis-Kamis, 10 Maret 2016 |21:13 WIB
Jokowi Tak Berniat Terbitkan Inpres soal Menteri Gaduh
Presiden Jokowi (foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Seringkali para menteri di Kabinet Kerja bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersitegang di ruang terbuka, sehingga menimbulkan kegaduhan.

Karenanya, muncul wacana jika Presiden Jokowi harus menerbitkan Intruksi Presiden (Inpres), agar para pembantunya tersebut tidak lagi membuat gaduh.

Saat dikonfirmasi, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi Sapto Pribowo mengatakan, Presiden Jokowi tidak akan menerbitkan Impres tersebut.

Sebab, hal itu dianggap tidak terlalu penting. Presiden Jokowi bisa setiap saat menegur para menterinya, ketimbang menerbitkan Impres.

"Oh enggak ada Inpers soal kegaduhan menteri," ujar Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Selain itu, pada saat sidang kabinet nanti, Presiden Jokowi dipastikan akan menegur para menterinya tersebut. Karena adanya kegaduhan tersebut sangat tidak baik.

"Saya sampaikan bahwa akan disampaikan di Setkab. Mengenai apa koreksinya itu Presiden yang tahu," katanya.

Dikatakannya, Presiden juga terus akan melakukan evaluasi kerja menterinya. Termasuk mengingatkan para pembantunya tersebut untuk tidak membuat gaduh.

"Kalau soal evaluasi itu kan dulu pernah saya sampaikan tidak pada satu titik dan waktu tertentu. Tapi itu evaluasi pada yang dikerjakan pada para menteri sepanjang menjabat. Soal apa bentuk itu kan Presiden yang paling tahu dan saya tidak mendapat informasi apapun tentang itu," pungkasnya.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement