Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jepang Peringati Lima Tahun Bencana Tsunami

Ahmad Taufik , Jurnalis-Jum'at, 11 Maret 2016 |15:30 WIB
Jepang Peringati Lima Tahun Bencana Tsunami
Seorang Pria Tua Berdoa di Sisa Puing Bangunan (Foto: Washinton Post)
A
A
A

MINAMISANRIKU – Jumat 11 Maret 2016, Jepang memperingati bencana tsunami untuk kelima kalinya. Bencana yang terjadi pada 2011 itu menewaskan lebih dari 18 ribu jiwa dan menghancurkan pantai sepanjang utara Jepang.

Pada pagi hari, sejumlah turis berdoa di sisa bangunan yang berada di pusat pencegahan bencana. Di tempat ini, 43 pekerja meninggal ketika gelombang tsunami menerjang gedung berlantai tiga tersebut. 

Seorang pengusaha asal Tokyo bernama Nobuhito Akima yang pertama kali berkunjung mengatakan bahwa area tersebut belum banyak dilakukan pembangunan lagi.

Meski demikian, seorang doktor dari Tokyo bernama Masaki Kamel yang setiap tahun mengunjungi tempat ini mengatakan bahwa kehidupan telah kembali.

“Perbedaan antara tahun ini dengan sebelumnya adalah para nelayan kini sudah dapat pergi memancing kembali di pagi hari. Mereka juga dapat menjalankan aktivitas bisnis,” ungkap Masaki Kamel, sebagaimana dikutip dari AP, Jumat (11/3/2016).

Pada puncak peringatan ini, Perdana Menteri Shinzo Abe berjanji akan terus mendukung upaya rekonstruksi menjelang diadakannya Olimpiade Tokyo 2020.

Ia juga berjanji secepatnya menyelesaikan masalah area yang terpapar radiasi di dekat nuklir Fukushima supaya masyarakat dapat kembali ke rumah secara aman.

Dalam pidato tersebut, Shinzo Abe juga bertekad membuka kembali jalur Kereta Api Joban yang rusak di Fukushima selambatnya satu bulan sebelum diadakannya Olimpiade Tokyo 2020. Dia juga sekaligus akan menaikkan tiga kali lipat kunjungan turis asing. Pemerintah juga berharap dapat membuka kembali semua jalur evakuasi menjelang pada bulan depan.

Meski demikian, masyarakat di area bencana mengkritik sikap pemerintah.  Pembangunan area ini hanya untuk menunjukkan bahwa Fukushima berada dalam kondisi aman pada ajang Olimpiade Tokyo 2020. Pemerintah seharusnya  mementingkan keselamatan penduduk yang berada pada area yang terpapar radiasi. 

PM Shinzo Abe menegaskan bahwa dirinya juga ingin menaikkan kunjungan sampai tiga kali lipat atau 1,5 juta turis asing ke wilayah Tohoku pada 2020 sehingga bisa melihat sendiri upaya pembangunan. 

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement