JAKARTA - Seluruh umat kristiani, pada hari ini, Kamis 24 Maret menyelenggarakan Kamis Putih, acara ini biasanya di helat pada pukul 18.00 WIB di setiap gereja.
Romo Benny Susetyo mengatakan, ada rangkaian yang harus dijalankan oleh seluruh umat kristiani dalam perayaan tersebut. Di mana adalah ritual Perjuamuan Malam, yang diperingati sebagai peryaan Ekaristi atau Perjamuan Kudus.
"Di sini ibadahnya pastur melakukan pembasuhan kaki ke 12 muridnya," ujar Romo kepada Okezone.
Dia mengatakan, pembahasuhan 12 murid ini di Kamis Putih merupakan tradisi yang dirayakan untuk memperingati perjamuan malam terakhir Tuhan Yesus bersama para murid-muridnnya sebelum Yesus diserahkan untuk disalibkan.
"Ini dirayakan selama seminggu," katanya, dan pastur mengundang para murid-murisnya untuk melakukan perjanjian akhir," katanya.
Dia mengaku, romo ataupun pastur wajib melakukan pembasuhan kami tersebut seperti yang dilakukan Yesus, sebagai untuk mengingatkan agar manusia selalu merasa rendah diri.
"Karena dulu Tuhan Yesus mau melayani dan sampai menderita di salib untuk menembus dosa," ungkapnya.
Setelah perayaan Kamis Putih, selanjutkan akan umat Kristiani akan menyelenggarakan Jumat Agung, di mana ritualnya, akan ada Jalan Salib.
"Dimulai dengan Jalan Salib biasanya di dramatisasikan itu jam 15.00 WIB, setelah itu ada perjamuan salib, di mana akan merenungi bahwa kita adalah berdosa," pungkasnya.
Berikut ini urutan pada peringatan Kamis Putih.
1. Perarakan masuk, diikuti Tanda Salib, salam, dan pengantar dari Imam.
2. Pernyataan tobat, diikuti Tuhan Kasihanilah Kami dan Madah Kemuliaan, diakhiri dengan Doa Pembuka. Pada Madah Kemuliaan, bel dan lonceng dibunyikan.
3. Bacaan Pertama (Kel 12:1—8.11—14), diselingi Mazmur Tanggapan, dan Bacaan Kedua (I Kor 11:23—26) 4. Bait Pengantar Injil (Alleluya), diikuti Pembacaan Injil (Yoh 13:1—15), dilanjutkan Homili oleh Imam.
5. Upacara pembasuhan kaki terhadap dua belas orang wakil umat oleh Imam, diikuti Doa Umat 6. Persiapan Persembahan dan Doa Persiapan Persembahan 7. Doa Syukur Agung. Pada Doa Syukur Agung, dipergunakan bel kayu sebagai pengganti dari gong dan bel yang dipergunakan pada Perayaan Ekaristi pada hari biasa.
8. Doa Bapa Kami
9. Doa dan Salam Damai
10. Pemecahan Roti (Anak Domba Allah)
11. Persiapan dan Penerimaan Tubuh (dan Darah) Kristus 12. Doa Sesudah Komuni dan Pengumuman 13. Perarakan Pemindahan Sakramen Mahakudus. Umat berdiri dan berlutut mengikuti ritme perarakan.
14. Misa berakhir tanpa berkat dan pengutusan dari Imam. Tidak ada lagu penutup setelah proses Perarakan selesai.(gun)
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.