Agus yang merupakan putra dari Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, korban dari peristiwa G30SPKI, ini berharap tragedi 1965 ini ditempatkan secara jujur oleh negara. Oleh karena itu, pelanggaran berat tersebut harus dilacak dan dengan menimbang implikasinya dalam berbagai aspek lewat kesejarahan bangsa Indonesia.
"Simposium ini nanti akan membahas secara reflektif makna dan tatanan kebangsaan yang baru berlandaskan pembelajaran atas peristiwa kekerasan dan pelanggaran HAM masa lalu khususnya peristiwa 1965," ujarnya.
Ketua panitia, Suryo Susilo, menambahkan bahwa Simposium Nasional Tragedi 1965 akan dilaksanakan di Hotel Arya Duta. Tak kurang dari 200 orang akan menjadi peserta dalam acara tersebut. "Dari kalangan akademisi, pegiat HAM, korban pelanggaran HAM berat, berbagai organisasi, wakil dari partai politik, ormas keagamaan, dan lembaga pemerintah akan hadir di sana," ujarnya.
Simposium nasional akan dibuka oleh Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan dengan narasumber di antaranya Buya Syafii Ma'arif, Letjen TNI (Purn) Sayidan Suryohadiprojo, Letjen (Purn) Agus Widjojo, Catrherine Pandjaitan, dan Galuh Wandita.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.