JAKARTA - Kepala Unit Penggelola Rumah Susun (Rusun) Rawa Bebek Ani Suryani mengatakan bahwa saat ini sejumlah warga yang sudah menempati rumah susun akan bertambah. Dia mencatat, masih ada 104 unit rumah susun yang belum dihuni oleh warga Pasar Ikan.
"Total ada 211 unit yang sudah diambil kunci, tetapi masih belum semua ditempati," kata Ani di Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (13/4/2016).
(Baca juga: Pindah ke Rusun, Warga Pasar Ikan Masih Kesulitan Transportasi)
Ia menjelaskan, sebanyak 211 kunci unit rumah susun di Rawa Bebek sudah diterima oleh sebagian warga Pasar Ikan yang terkena penggusuran. Saat ini, kata dia, baru 107 unit yang sudah ditempati oleh warga.
Meski demikian, dirinya tidak mengetahui alasan warga belum menempati unit rusun. "Kalau kenapanya, saya kurang tahu. Saya yang jelas di sini sudah menyiapkan unitnya," ujarnya.
Sekitar dua blok rusun disediakan bagi warga Pasar Ikan yang direlokasi ke Rusun Rawa Bebek. Mereka menghuni Blok A dan F.
Ketika Okezone memasuki unit Rusun Blok A yang ditempati warga Pasar Ikan, tampak ruangan yang berukuran sekira 4x6 meter tanpa ada pemisah ruangan.
Di dalam ruangan tersebut, terdapat dua kamar mandi. Satu untuk buang air dan satunya lagi digunakan mandi. Lalu setiap unit telah dilengkapi dua lemari dan satu tempat tidur bertingkat dua tanpa kasur.
Bambang, salah satu warga Pasar Ikan mengatakan, unit rusun yang dia tempati saat ini kurang layak untuk dihuni bagi mereka yang sudah berkeluarga.
"Kamar cuma satu, gabung dengan ruang kumpul. Kalau untuk keluarga kecil sih cukup, kalau saya keluarga banyak, kurang cukup. Mau yang kayak di rusun lain dua kamar," serunya.
(Baca juga: Usai Digusur, Warga Pasar Ikan Pilih Jadi "Manusia Perahu")
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Ani. Ia menjelaskan bahwa Rusun Rawa Bebek memang diperuntukan bagi warga Jakarta yang masih lajang.
Selain itu, kata Ani, warga Pasar Ikan tidak perlu membayar semua fasilitas rusun selama tiga bulan. Meski demikian, warga harus membayar kebutuhan air dan listrik yang menggunakan sistem token.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.