Setelah Tuban, Giliran Warga Purwomartani Jadi Miliarder karena Uang Ganti Rugi Tol

Agregasi Harian Jogja, · Kamis 25 Februari 2021 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 510 2368353 setelah-tuban-giliran-warga-purwomartani-jadi-miliarder-karena-uang-ganti-rugi-tol-U1OHY89zkI.jpg Sejumlah diler mobil di Kelurahan Purwomartani, Sleman Yogyakarta (Foto: Harian Jogja)

SLEMAN - Senasib dengan warga Tuban, Jawa Timur, warga Purwomartani, Sleman, Yogyakarta menjadi miliarder karena menerima dana ganti kerugian dari rencana pembangunan jalan tol. Mereka pun diingatkan agar memprioritaskan uangnya untuk kebutuhan pokok.

Lurah Purwomartani Kalasan Sleman Semiono mengatakan, sejak awal kalurahan juga menekankan masalah tersebut kepada warganya. Hingga Rabu 24 Februari 2021 ia belum mendapatkan informasi warga penerima ganti rugi akan memesan atau membeli mobil.

"Sampai saat ini saya belum mendengar ada warga terdampak yang memesan atau membeli mobil. Kalau yang beli motor ada beberapa tapi itu masih wajar. Tapi semua kembali pada pribadi masing-masing," katanya.

Baca Juga:  Cerita Desa Miliarder di Tuban, Fakta Baru Nomor 3: Teror Sales Bikin Warga Resah

Ia mengakui banyak warga Purwomartani yang mendadak jadi miliader. Mereka mendapatkan ganti kerugian antara Rp1 miliar hingga Rp9 miliar. Banyak warga yang tidak menyangka mendapat dana sebesar itu. Ia pun mengaku juga dihubungi sejumlah dealer.

"Jangankan punya uang sebesar itu, melihat saja belum pernah. Makanya saya berharap agar mereka membeli tanah baik pekarangan maupun pertanian. Jangan bermewah-mewah. Apa yang menjadi aktivitasnya saja, kalau tidak butuh mobil ya jangan beli mobil," katanya.

Dia berharap, dengan adanya proses pembayaran ganti kerugian tol tersebut tidak menimbulkan masalah baru. Sehingga warga terdampak diminta untuk benar-benar fokus mencari tanah pengganti. Menurutnya, yang relatif tergoda anak-anak pemilik lahan sehingga edukasi juga diberikan kepada mereka.

"Kalau yang beli tanah sudah banyak, sebagian besar masih di Purwomartani sebagian kecil di luar Purwomartani. Masih ada tujuh dusun lagi yang akan menyusul proses selanjutnya," katanya.

Baca Juga:  Waspada, Hujan Lebat dan Angin Kencang Diprediksi Melanda Yogyakarta

Saat proses pembayaran ganti kerugian di halaman Balai Kalurahan Purwomartani sudah berjejer sejumlah dealer dari berbagai merek. Tidak hanya kendaraan roda tiga, dealer kendaraan roda dua pun juga menawarkan unit baru kepada warga. Beberapa warga juga terlihat bertanya-tanya soal fasilitas kendaraan yang ada.

"Ya kalau yang tertarik sih banyak, cuma belum ada komitmen. Mereka mengaku masih belum ada uang, kalaupun ada uangnya masih cari tanah,"kata Haris salah seorang sales mobil PT Borobudur Oto Mobil.

Sebelumnya ratusan warga Temanggal 2 Purwomartani Kalasan kembali menjadi milader baru. Mereka menerima miliaran dana ganti kerugian dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) terkait rencana pembangunan jalan tol Jogja-Solo, Rabu 24 Februari.

Penyaluran dana pembebasan lahan jalan tol tersebut diberikan bagi 136 pemilik bidang. Dana penyaluran kepada warga terdampak diberikan dalam dua hari, Rabu 24 Februari dan Kamis (25/2/2021). Untuk hari pertama nilainya Rp104,8 miliar bagi 67 pemilik bidang dan besok (hari ini) senilai Rp24,9 miliar untuk 69 pemilik bidang.

"Ini tahap ketiga. Dua tahap sebelumnya juga kami berikan dana ganti kerugiannya untuk warga Temanggal 2 dan Kadirojo 2. Kami berharap akhir bulan ini bisa selesai untuk dua dusun (Kadirojo 2 dan Temanggal 2)," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Jogja-Solo, Wijayanto di sela kegiatan Penyaluran Dana Ganti Kerugian Jalan Tol Jogja-Solo di Balai Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Rabu 24 Februari.

Dia menjelaskan land clearing atau pembukaan lahan untuk jalan Tol Jogja-Solo sudah lebih dari 3 kilometer. Pada awal Maret, Satker akan memulai pengerjaan fisik (konstruksi) di wilayah Karangasem, Jawa Tengah tepatnya di exit tol Kartasura.

"Groundbreaking memang sudah dimulai, sudah berputar terus. Kami terus melalukan proses pembayaran. Di Temanggal dan Kadirojo ada 11 bidang lainnya yang sudah disetujui LMAN, tinggal masalah pembayaran," katanya.

Totok mengaku tidak banyak kendala yang dihadapi Satker terkait pembebasan lahan tol. Bahkan, katanya, 99% warga Purwomartani antusias dan tidak menolak rencana pembanguban jalan tol. Apalagi, dana ganti kerugiannya yang diberikan cukup tinggi.

"Kami sangat terbantu oleh masyarakat. Hari ini ada yang menerima lebih dari Rp6 miliar untuk satu orang dan rata-rata di atas Rp1 miliar. Terkecil hanya Rp6,6 juta karena hanya terkena sedikit," katanya.

Totok berharap, penyaluran dana ganti kerugian kepada warga terdampak dapat membangkitkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Apalagi di dua dusun tersebut, LMAN menyalurkan setidaknya Rp375 miliar dari 294 bidang.

"Ini belum satu Purwomartani yang nanti hampir Rp1 triliun. Tentunya ini dapat meningkatkan dan menggerakkan perekonomian warga di tengah pandemi," katanya.

Sekadar diketahui, LMAN sebelumnya sudah menyalurkan Rp83 miliar lahan pembebasan jalan tol baik di Kadirojo 2 maupun Temanggal 2. Baik tahap pertama maupun tahap kedua. Jika ditambah pembayaran pada tahap ketiga ini, maka total dana yang disalurkan sebesar Rp265,9 miliar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini