Ricuh Sengketa Lahan, Pemprov NTT Bantah Aniaya Warga Besipae

Emanuel Kau Suni, iNews · Kamis 15 Oktober 2020 23:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 340 2294401 ricuh-sengketa-lahan-pemprov-ntt-bantah-aniaya-warga-besipae-A88julWr85.jpg Warga ricuh dengan petugas terkait lahan di Pebabu, Besipae, NTT. (iNews/Eman Suni)

TIMOR TENGAH SELATAN – Viral video soal kericuhan di tanah sengketa di di lahan Pebabu Besiapae, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam video amatir ini terekam bentrokan antara petugas Sapol PP dengan warga Pubabu, Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Terlihat sejumlah ibu dan anak-anak yang ditendang dan dibanting hingga jatuh pingsan.

Terkait video viral tersebut, Pemprov NTT membantah telah menganiaya masyarakat Besipae.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Aset Pemprov NTT, Willy Rohimoni saat dikonfirmasi, membantah keras telah menganiaya masyarakat.

"Kronologi kejadian, masyarakat justru yang menyerang petugas gabungan dari Satpol PP Pemprov NTT dan kepolisian. Akibatnya, salah satu staf Pemprov NTT mengalami memar di kepala. Kasus pemukulan ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian," kata Willy.

Sebagaimana diketahui, lahan seluas 3.700 hektare di Pubabu Besiape sedang dalam sengketa. Lahan itu semula merupakan milik suku Besipae yang diserahkan kepada pemerintah dan digunakan untuk kerja sama dengan Australia sebagai tempat peternakan sapi. Namun lahan itu sempat dibiarkan sehingga warga kembali menggunakannya.

Saat ini Pemprov NTT telah merelokasi sejumlah warga agar lahan tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu kawasan petumbuhan ekonomi baru di NTT.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini