Cerita Desa Miliarder di Tuban, Fakta Baru Nomor 3: Teror Sales Bikin Warga Resah

Ashadi Ikhsan (Koran Sindo), Koran SI · Kamis 25 Februari 2021 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 340 2367936 cerita-desa-miliarder-di-tuban-fakta-baru-nomor-3-teror-seles-bikin-warga-resah-VTmS6rPDNa.jpg Warga Desa Sumurgeneng memborong mobil usai dapat ganti rugi dari Pertamina.(Foto:Dok Okezone)

TUBAN - Ganti untung pembebasan lahan untuk proyek kilang minyak mengubah kehidupan ekonomi warga Desa Sumurgenung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, 180 derajat. Mereka mendadak hidup mapan bergelimang uang.

Rata-rata, warga mendapatkan ganti untung dari Pertamina hingga Rp8 miliar. Bahkan ada yang sampai Rp24 miliar.

Fakta ini, menjadikan Desa Sumurgenung sebagai desa miliarder. Pemberitaan media nyaris tak pernah berhenti, termasuk video viral warga memborong 176 mobil baru.

Baca Juga: Pemilik Tidak Bisa Nyetir, Belasan Mobil di Desa Miliarder Tuban Ringsek

Berikut fakta kehidupan warga Desa Sumurgenung setelah mendadak kaya.

1. Warga Mulai Takut Kehilangan Mata Pencaharian

Memiliki uang berlimpah tidak lantas membuat warga di desa miliarder ini tenang. Sebaliknya, mereka kini was-was kehilangan ladang andalan untuk digarap. Mereka benar-benar khawatir kehilangan mata pencaharian begitu lahan diambil Pertamina.

Saat ini warga memang masih bisa menggunakan lahan yang dibeli Pertamina itu untuk bercocok tanam. Namun, sewaktu-waktu, lahan tersebut bisa diambil Pertamina untuk lokasi pendirian industri kilang minyak.

Baca Juga: Belasan Mobil di Desa Miliarder Tuban Rusak, Ini 3 Cara Merawat Mobil Mewah

"Sekarang masih bisa garap. Sebab, lahan masih belum dipakai. Tapi, begitu nanti diambil ya hilang semua. Tidak punya lahan lagi. Ini yang saya khawatir," kata salah seorang petani, Rohman.

Rohman mengatakan, uang hasil pembebasahan lahan memang sudah diterima. Sebagian juga sudah dibelikan tanah untuk bercocok tanam. Namun, lokasinya jauh dari tempat tinggal. Selain itu, lahannya tak sesubur yang dibebaskan.

Rohman mengatakan, lahan yang dibebaskan untuk proyek kilang minyak seluas 3.000 m2. Namun, lahan tersebut milik orang tuanya, sehingga harus dibagi-bagi dengan saudaranya saat dapat ganti untung.

Kekhawatiran sama juga disampaikan seorang buruh tani, Diah. Dia takut tidak bisa bekerja lagi begitu lahan pertanian mulai dimanfaatkan untuk proyek kilang minyak. Sebab, selama ini dia hanya membantu suami menjadi buruh tani di desa setempat.

"Kalau sudah tidak ada lahan, kemungkinan ya di rumah saja. Tidak bekerja. Harapannya, anak saya nanti lulus sekolah dan bisa bekerja di Pertamina," katanya.

2. Puluhan Mobil Baru Masuk Bengkel karena Pemilik Tak Bisa Nyetir

Mendapat ganti untung hingga miliaran benar-benar membuat warga kampung miliarder di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, gembira. Untuk mengekspresikan kegembiraan, mereka pun ramai-ramai membeli barang mewah, termasuk mobil baru yang videonya viral.

Tak tanggung-tanggung, 176 mobil baru datang di kampung yang mayoritas warganya petani ini. Mobil seharga ratusan juta itu mereka beli secara kontan dari uang hasil pembebasan lahan.

Punya mobil baru, tentu membuat mereka tak sabar untuk segera menaikinya. Sayang, sebagian besar di antara warga tidak bisa mengemudi. Kalaupun ada yang sudah menjalani kursus, mereka belum begitu mahir.

Walhasil, mobil baru ratusan juta itupun banyak yang masuk bengkel karena kecelakaan ringan. Rata-rata body penyok karena menabrak.

Branch Manager Auto 2000 Tuban, Arie Soerjono, mengatakan, sedikitnya sudah ada 15 unit mobil yang harus diperbaiki karena kecelakaan ringan. "Kecelakaan ringan, mungkin karena masih belajar nyetir," katanya.

Selain itu, kondisi jalan sempit di kampung miliarder itu menjadi pemicu utama terjadinya kecelakaan lalu lintas di sana. Beruntung, sampai saat ini belum ada korban yang luka berat dalam kejadian tersebut.

“Kondisi jalan di sana relatif sempit. Akses-akses masuk ke rumah (sempit), sehingga kalau tidak terlalu mahir memang ada potensi yang cukup besar untuk terjadi baret ataupun serempetan,” ujarnya.

Ari mengatakan, mayoritas kecelakaan terjadi di dalam kampung, atau bahkan di halaman rumah sendiri. Penyebabnya sepele, karena panik dan salah menginjak pedal. "Mestinya injak rem, tapi keliru injak gas. Jadinya mobil nabrak pagar atau garasi," katanya.

3. Warga Mulai Resah Diteror Sales Tawarkan Rumah hingga Barang Mewah

Popularitas Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban sebagai kampung miliarder mulai menimbulkan masalah baru. Saat ini, warga mulai resah karena banyak sales yang mendatangi mereka setiap hari.

Menurut warga, banyak sales yang masuk ke desa mereka sejak desa mereka viral, mulai dari menawarkan mobil mewah hingga apartemen.

Jumlah mereka juga tidak sedikit. Hampir setiap hari mereka datang berombongan dan masuk ke rumah-rumah warga untuk menawarkan berbagai produk.

"Sejak viral lalu, ada banyak sales masuk," ujar salah satu warga RT 1 RW 1, M Sodikin Andhika.

Pantauan lapangan, para sales itu datang bergerombol. Ada juga yang sendirian. Sebelum masuk desa, mereka berkumpul di salah satu warung luar desa.

Para sales itu tidak hanya datang dari Tuban, tapi juga dari Surabaya dan Jawa Tengah. Bahkan, mereka didominasi sales dari Semarang dan sebagian Jakarta.

Pengakuan Sodikin, sales itu rata-rata menawarkam mobil mewah. Mereka juga menawarkan property seperti rumah mewah dan apartemen. Bahkan, banyak juga yang menawarkan asuransi jiwa maupun barang mewah.

"Tidak peduli rumah yang bagus atau biasa, semuanya dimasuki dan ditawari," katanya. Kehadiran para sales itu, lanjut Sodikin, mulai membuat warga resah. Sebab, para salea itu masuk ke rumah. Bahkan, rumah yang tidak ada orangnya langsung dibuka dan dimasuki.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini