Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hindari Kasus Pembunuhan, Ditjen Pajak Jateng Gandeng BIN

Mustholih , Jurnalis-Jum'at, 15 April 2016 |00:01 WIB
Hindari Kasus Pembunuhan, Ditjen Pajak Jateng Gandeng BIN
Ilustrasi Badan Intelijen Negara (Dok: Okezone)
A
A
A

SEMARANG - Peristiwa penikaman dua juru sita pajak negara saat bertugas di Nias, Sumatera Utara, menjadi bahan evaluasi bagi Kantor Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah.

Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah, Dasto Ledyanto, mengaku akan lebih dulu membangun koordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN), sebelum menerjunkan anak buahnya memungut pajak ke daerah rawan.

"Kami akan berkoordinasi dengan BIN di daerah untuk memitigasi wilayah-wilayah yang ada potensi kerawanan. Sehingga sebelum kami turun ke lapangan kami sudah tahu," kata Dasto kepada Okezone, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/4/2016).

(Baca juga: Petugas Pajak Dimakamkan Secara Semi Militer)

Selain itu, kata Dasto, DJP Pajak Jateng juga bakal meminta anak buahnya dikawal aparat kepolisian. "Kalau turun ke sana kami akan minta pendampingan ke kepolisian. Seperti saat kami lakukan penyitaan," ujar Dasto menegaskan.

Seperti diketahui, nasib malang dialami juru sita pajak negara bernama Parada Toga Fransriano S dan anggota satuan pengamanan, Soza Nolo Lase, di Nias, Sumatera Utara. Mereka ditikam hingga tewas oleh pengusaha karet, Agusman Lase, saat hendak menarik pajak senilai Rp14 miliar.

Menurut Dasto, nilai pajak Agusman yang besar itu bisa jadi karena tersangka bukan hanya sekadar pengusaha karet. "Bisa jadi yang dilaporkan dalam SPT, usahanya A. ternyata, dia punya usaha B,C,D yang tidak dilaporin. Jadi wajar tunggakannya segitu," ujar Dasto.

Dasto menyatakan di Jawa Tengah juga ada wajib pajak yang memiliki tanggungan pajak bernilai miliaran rupiah. Bahkan, angka pajak yang harus dibayarkan lebih besar dari Agusman. Di Jateng ada yang menunggak pajak Rp20 miliar.

"Kita punya simpul-simpul data dengan lakukan pengamatan, penyisiran, krosceck data," ungkap Dasto tanpa mau mengungkap detail Wajib Pajak yang dimaksud.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement