TOKYO – Gempa di Prefektur Kumamoto ditingkatkan dari 7,2 skala Richter (SR) menjadi 7,3 SR pada Sabtu 16 April pukul 01.25 dini hari waktu setempat. Gempa susulan juga sempat terjadi sekira pukul 03.55 dini hari dengan kekuatan 5,8 SR.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dijadwalkan berkunjung ke Pulau Kyushu, khususnya Prefektur Kumamoto untuk meninjau penanganan gempa. Namun, seperti diwartakan Xinhua, Sabtu (16/4/2016), kunjungan tersebut dibatalkan menyusul kekhawatiran adanya gempa lanjutan.
Pembatalan itu disampaikan oleh Kepala Kabinet Jepang Yoshihide Suga. Tangan kanan Abe itu khawatir kehancuran yang signifikan terjadi di wilayah tersebut. Suga mengaku menerima laporan Gedung Balai Kota Uto hancur sebagian akibat gempa.
Pejabat di prefektur-prefektur yang terkena gempa mengonfirmasi kabar baik tidak adanya kerusakan berarti pada reaktor nuklir. Kyushu Electric Power Company mengatakan dua reaktor nuklirnya di Sendai berfungsi normal meski terkena gempa. Keduanya adalah reaktor nuklir Jepang yang masih aktif.
Sebagian reaktor nuklir Negeri Matahari Terbit dinonaktifkan untuk alasan keamanan setelah gempa pada 2011 merusak reaktor nuklir Fukushima.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.